Laman

Rabu, 24 Oktober 2018

10 GOLONGAN UMAT NABI MUHAMMAD SAW. TIDAK AKAN MASUK SURGA

*10 GOLONGAN UMAT NABI MUHAMMAD SAW. TIDAK AKAN MASUK SURGA*

"Ada 10 golongan dari umatku tidak akan masuk surga"

Begitu mula mula Ibnu Abbas RA meriwayatkan sebuah hadist baginda nabi.

*"Siapa mereka ya Rasulullah?"*

1. Al Qalla,
2. Al Jayyuf,
3. Al Qattaf,
4. Ad Daibub,
5. Ad Dayyuts,
6. Shahibul 'Athabah,
7. Shahibul Kubah,
8. Al 'Utul,
9. Az Zanim, dan
10. Al aq liwalidaith.

*"Terangkanlah siapa saja mereka itu?"*

*Beliau menjawab.*

AL QALLA, *adalah manusia penjilat, mencari muka pada penguasa.*

AL JAYYUF, *adalah pencuri kain kafan kuburan.*

AL QATTAR, *adalah para pengadu "domba".*

AL DAIBUB, *adalah mucikari penjual perempuan sebagai pelacur.*

AD DAYYUTS, *adalah orang yang tidak cemburu melihat istri dan anak gadisnya bergaul dengan laki laki lain.*

SHAHIBUL "ATHABAH, *adalah para penabuh gendang besar.*

SHAHIBUL KUBAH, *adalah para penabuh gendang kecil.*

AL 'UTUL, *adalah Orang sombong yang tidak mau memberi maaf saudaranya yg meminta maaf.*

AZ ZANIM, *adalah para pengunjing orang yg suka duduk duduk di pinggir jalan.*

AL 'AQ LIWALIDAITH, *adalah pendurhaka pada orang tuanya.*

Muadz RA lantas bertanya,

*"Terangkan pada kami apa maksud dari ayat; "Pada hari ketika sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong bondong"* (QS. An Naba (78) : 18)

*"Kau menanyakan perkara besar wahai sahabatku Muadz..."*

*"...kelak ummatku akan dikumpulkan terpisah 10 golongan. Mereka menampakan rupa sesuai amal perbuatannya di dunia. Ada yang bewujud...:"*

1. *KERA, mereka para pengadu domba manusia.*

2. *BABI, pemakan barang haram dan mencari rizki dengan cara haram.*

3. *Ada yang berjalan dengan KAKI DIATAS dengan MUKA terseret dibawah, merekalah pemakan RIBA.*

4. *BUTA dan BINGUNG, mereka manusia zalim dalam memutus hukum.*

5. *TULI, BISU dan GILA, mereka orang yg bangga dengan amal perbuatannya.*

6. *Ada yg lidahnya terjulur dan dikunyahnya sendiri hingga darah nanah mengalir dari mulutnya, merekalah para ALIM ULAMA yg perbuatannya bertolak belakang dengan ucapannya.*

7. *Ada yg tangan kakinya buntung, mereka orang yg suka menyakiti tetangganya.*

8. *Ada yg tersalip lempengan besi membara, merekalah orang yg suka melaporkan orang lain pada penguasa atas laporan palsu (kriminalisasi)*

9. *Ada yg tubuhnya busuk, orang yang tenggelam dengan syahwat mereka.*

10. *Ada yg berselimut aspal mendidih, merekalah orang sombong nan angkuh.*

(HR. Al Qurthubi dalam Nashaihul 'Ibad Syaikh Nawawi).

***

Mudah-mudahan kita bukan termasuk dalam golongan yg digambarkan baginda nabi SAW itu. Dan *senantiasa berdoa agar tidak terjebak masuk dalam kubangan dan lingkungan ahli maksiat yg menjerumuskan.*

"Allahumma akrim hajihil ummatul muhammadiyah bi jamiyli 'awaidika fiddarini ikromaa liman ja'altaha min ummatihi sollallahu 'alayhi wassalam"

"Ya Allah, muliakanlah umat Muhammad ini dengan indahnya pahala-Mu, baik di dunia maupun di akhirat, sebagai bentuk kemurahan-Mu bagi orang yang telah Engkau jadikan dia sebagai bagian dari umatnya"
Aamiin Allahumma Aamiin

Jumat, 19 Oktober 2018

10 Mutiara yang akan hilang

_Sewaktu Baginda Rasulullah sedang sakit, terlontar satu soalan pada Jibril:_

_"Wahai Jibril, adakah kau akan turun ke bumi setelah aku tiada?"_

_"Masih lagi Ya Rasulullah, aku turun ke bumi untuk mengambil 10 Mutiara hidup peninggalan mu."_

_Lalu baginda bertanya kembali:_

_“Mutiara apakah yang kau akan ambil?"_

_Jibril menjawab:_

‎(الأَوَّلُ) أَرْفَعُ البَرَكَةَ مِنَ الأَرْضِا”

_*Mutiara Pertama* yang akan ku ambil dari muka bumi ini adalah *BERKAH.*_

_*Mutiara Kedua* yang akan ku ambil dari bumi adalah *RASA CINTA* dari hati manusia:_
‎( وَالثََّانىِ) أَرْفَعُ المَحَبَّةَ مِنْ قُلُوْبِ الخَلْقِ

_*Mutiara Ketiga* yang akan ku ambil dari bumi ini adalah *RASA KASIH SAYANG* di antara keluarga:_ (وَالثََّالِثُ) أَرْفَعُ الشُّفْقَةَ مِنْ قُلُوْبِ الأَقاَرِبِ
_[ yakni rasa kasih sayang antara keluarga semakin menipis. ]_

_*Mutiara keempat* yang akan diambil oleh Jibril dari bumi ini adalah *KEADILAN* di hati pemimpin:_
‎(وَالرَّابِعُ) أَرْفَعُ العَدْلَ مِنَ الأُمَراَءِ

_*Mutiara Kelima* yang akan ku ambil dari bumi ini adalah:_
‎(وَالخاَمِسُ) أَرْفَعُ الحَياَءَ مِنَ النِّساَءِ
_*RASA MALU* dari kaum wanita-wanita._

_*Mutiara Keenam* yang akan ku ambil dari bumi adalah:_
‎(وَالسَّادِسُ) أَرْفَعُ الصَّبْرَ مِنَ الفُقَراَءِ
_*RASA SABAR* orang-orang fakir._

_*Mutiara Ketujuh* yang akan ku ambil dari bumi adalah:_
‎(وَالسَّابِعُ) أَرْفَعُ الوَرَعَ وَالزُهْدَ مِنَ اْلعُلَماَءِ
_yakni *WARAK dan ZUHUD* dari para ulama._
_[ Warak adalah cukup berhati-hati menjaga diri dari yang syubhah dan yang haram, sedangkan zuhud itu tidak mementingkan harta-dunia, kedua-duanya merupakan ciri seorang ulama. Jika warak dan zuhud telah hilang dari ulama maka nilai jati dirinya terjejas._

_*Mutiara Kelapan* yang akan ku ambil dari bumi adalah:_
‎(وَالثََّامِنُ) أَرْفَعُ السَّخاَءَ مِنَ الأَغْنِياَءِ
_*DERMAWANNYA* orang-orang kaya._

_*Mutiara Kesembilan* yang akan ku ambil dari bumi adalah:_
‎(وَالتَّاسِعُ) أَرْفَعُ القُرْآنَ
_*MENGANGKAT al-Qur’an.*_
_[ yakni menghilangkan ruh al-Qur’an itu sendiri sebagai panduan dalam kehidupan.]_

_Dan *yang terakhir,* mutiara yang akan ku ambil dari bumi adalah *IMAN:*_
‎(العاَشِرُ) أَرْفَعُ الإِيْماَنَ
_[ Ini adalah mutiara paling berharga di antara sembilan mutiara lainnya.]_

_Marilah kita sama-sama merenungkan seperti yang telah disebutkan oleh Jibril a.s. pada akhir zaman ini. Semoga kita akan menjadi lebih baik dari yang sudah-sudah._
_Aamiiin Yaa Rabbal ‘Aalamin...!!!_

_Sumber: Kitab Nur Al-Abshar, karya Asy-Syabalanji_

🌈💦🌈💦🌈💦🌈💦🌈💦🌈

_Jadilah CAHAYA, walaupun tak tersentuh, tetapi selalu menerangi. Jadilah ANGIN, walaupun tak nampak, tetapi selalu memberikan kesejukan. Jadilah SAHABAT/SAUDARA SEJATI, walaupun tidak bersama menjalani hari, tetapi selalu menjaga hati._

Orang yang Doanya Terkabul

🌻 *SPIRIT TAHAJUD (296) 2010* 🌻

*Orang yang Doanya  Terkabul*

✍ Doa merupakan permohonan seorang hamba kepada Rabbnya ketika menginginkan sesuatu. Ada yang terkabul dengan cepat, ada yang lama, dan ada pula doa yang ditolak Allah dan tidak kunjung dikabulkan sepanjang hidupnya. Ketika berdoa kita kerap harap-harap cemas apakah doanya akan dijawab dan dikabulkan. Manusia hanya bisa berdoa dan berharap, namun keputusan terkabul atau tidak tetap Allah yang menentukan. Namun  dalam hadist disebutkan bahwa ternyata ada orang yang doanya tidak pernah ditolak Allah. Tiga orang ini ketika memanjatkan sesuatu permintaan pasti akan selalu dikabulkan oleh Allah. Siapa saja mereka itu ?

✍ Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Ada tiga orang yang tidak ditolak do'a mereka: (1) Orang yang berpuasa sampai dia berbuka; (2) Seorang penguasa yang adil; (3) Dan do'a orang yang dizalimi (teraniaya). Do'a mereka diangkat oleh Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, "Demi keperkasaanKu, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera." (HR. Tirmidzi) 🙏

👉 *1. Orang yang Berpuasa hingga Berbuka*
Ada beberapa alasan kenapa orang ini doanya begitu mustajab. Salah satunya, mereka tengah menjalankan perintah Allah SWT. Dan Allah SWT sangat mencintai orang-orang yang menjalankan perintahnya teruma ibadah wajib seperti puasa Ramadhan. Orang yang berpuasa juga akan menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang melanggar aturan Allah. Sehingga pada saat itu jiwanya suci, serta terhindar dari sikap sombong karena berusaha merendahkan diri di hadapan Allah. Oleh karena itu, dia lebih dekat dan lebih taat kepada Tuhan, meninggalkan makanan dan minuman karena takut kepada Sang Maha Pemberi. 🌷

👉 *2. Penguasa yang Adil*   Pemimpin yang adil laksana bayang-bayang Tuhan, karena Adil sendiri merupakan salah satu sifat Allah yakni Al Adlu atau yang Maha Adil. Mana dari adil disini adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan proporsi dan pengambil keputusan yang tepat.   Lantas mengapa doa sang pemimpin adil mudah terkabul? Karena Ia menanggung berbagai pengharapan hajat hidup orang banyak. Diceritakan dalam kisah riwayat Mahsyur, bahwa suatu ketika saat Umar bin Khattab menjadi pemimpin, Beliau begitu terkenal sebagai pemimpin yang adil. Saat itu, Gubernur Mesir Amr bin Ash mengadu kepada sang khalifah tentang peceklik panjang yang menimpa warga Mesir. Sungai Nil yang menjadi sumber kehidupan di negeri tersebut tidak lagi mengalirkan air. Amirul Mukminin kemudian memanggil Amr bin Ash untuk datang ke Madinah. Ia kemudian memberikan surat kepada  Amr bin Ash untuk dilemparkan ke sungai Nil. Surat tersebut berisi doa sang khalifah yang isinya  "Wahai sungai, engkau adalah makhluk Allah yang diciptakan oleh-Nya untuk menolong hamba-Nya yang lain, jika engkau adalah makhluk ciptaan Allah bantulah hamba-hamba Allah dan mengalirlah engkau!" Doa Umar bin Khattab begitu mustajab, karenanya hingga kini sungai Nil  tidak pernah lagi mengalami kekeringan. 💐

👉 *3. Orang yang Teraniaya* Anda sebaiknya berhati-hati jika menghadapi orang yang teraniaya atau kesusahan. Jika tidak dapat membantu, sebaiknya tidak melakukan tindakan yang bisa menyakiti hatinya. Karena Allah telah menjamin doa mereka akan terkabul. Allah sebenarnya tidak menyukai doa yang buruk yang ditujukan kepada orang lain. Namun ada kondisi dimana doa, baik doa itu baik ataupun buruk akan dikabulkan oleh Allah SWT.  Adalah doa orang-orang yang terdzalimi dan teraniaya. 🙏😩

RENUNGAN PERNIKAHAN

RENUNGAN PERNIKAHAN

Mengapa orang menikah ?
Karena mereka jatuh cinta.
Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia ?
Apakah karena jatuh cinta ?

Bukan...

Tapi karena mereka terus bangun cinta.
Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa.
Tapi bangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup...

Mengapa jatuh cinta gampang ?
Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita.
Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang bisa ditutupi lagi.

Dengan interaksi 24 jam per hari 7 hari dalam seminggu, semua belang tersingkap...
Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan bangun cinta.

Jatuh cinta dalam keadaan menyukai.
Namun bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel.

Dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan bersama-sama mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

Cinta yang dewasa tak menyimpan uneg-uneg, walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua dan keluarga atau masalah sex.. Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut.

Syarat untuk keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan. Jika suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut, mereka bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah bukan surga lagi tapi neraka.

Apakah kondisi ini bisa diperbaiki ?
Tentu saja bisa, saat masing-masing mengingat KOMITMEN awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan ??

Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.

Mau punya teman hidup ?
Jatuh cintalah....
Tetapi sesudah itu.. bangunlah cinta...Jagalah KOMITMEN awal.

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari istri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita.
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua si gadis, tapi meminta kepada TUHAN melalui wali si gadis.

3. KETIKA MENIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan TUHAN.

4. KETIKA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak & duri.

5. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.

6. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK
Jangan bagi cinta anda kepada suami/istri dan anak Anda, tetapi cintailah istri atau suami Anda 100% & cintai anak-anak Anda masing-masing 100%.

7. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada istri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila istri membutuhkan pertolongan Anda.

8. KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai & lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

9. KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.

10. KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

11. KETIKA ADA 'PIL'/ Pria Idaman Lain.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

12. KETIKA ADA 'WIL'/ Wanita Idaman Lain.
Jangan dituruti, cukuplah istri sebagai pelabuhan hati.

13. KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

14. KETIKA INGIN LANGGENG & HARMONIS
GUNAKANLAH FORMULA 7K

Ketakutan akan Tuhan
Kasih sayang
Kesetiaan
Komunikasi dialogis
Keterbukaan
Kejujuran
Kesabaran

Semoga Bermanfaat untuk kita semua

Umar bin Khattab Ditakuti Setan, Jin dan Manusia di Zaman Nabi, Karna 5 Hal


Umar bin Khattab Ditakuti Setan, Jin dan Manusia di Zaman Nabi, Karna 5 Hal

Ya Ahbabal Kirom,
Nama Umar bin Khattab memang bukanlah sosok yang asing bagi umat Islam di seluruh dunia. Dikenal sebagai Singa pada Pasir, sosok garang itu dikenal sangat keras dan ahli memainkan pedang di antara kabilah-kabilah Arab pada saat itu. Terkenal sebagai pemimpin yg adil kpd siapapun, termasuk kpd keluarganya.

Sosok Umar yang juga dikenal sebagai Khalifah terbesar itu sangat ditakuti. Baik dari kalangan manusia maupun jin. Bahkan, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda ” Wahai Ibnul al-Khaththab, demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman tangan-Nya, sesungguhnya tidaklah setan menemuimu sedang berjalan di suatu jalan kecuali dia akan mencari jalan lain yang tidak engkau lalui.” Lantas, hal apa saja yang membuat Umar bin Khattab begitu disegani?

Pertama, Keteguhan dalam beribadah.
Saat memutuskan menjadi muallaf (masuk agama Islam), Umar bin Khattab segera merubah total perangainya selama ini. Dirinya menjadi lebih relijius dan tekun beribadah seusai tuntunan yang diberikan Nabi. Saking teguhnya dalam menjalankan syari’at agama, setan pun sampai enggan berpapasan dengan dirinya meski hanya sekedar lewat.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya setan lari ketakutan jika bertemu Umar”.

Kedua, Sosok karismatik yang ahli strategi dalam berperang.
Selain tekun beribadah, Umar bin Khattab juga dikenal sebagai prajurit perang yang tangguh, julukan Singa Padang Pasir dan keahliannya bermain pedang, menjadi pembuktiannya saat turun di berbagai medan jihad bersama Nabi.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, Umar Radhiyallahu anhu berkata,“Tatkala perang Badar aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerjang musuh dengan baju besinya, seraya mengucapkan ayat ini. Ketika itu tahulah aku maksud ayat ini.” Surah yang dimaksud Umar adalah [al-Qamar 54 : 45] yang berbunyi, “Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang”.

Ketiga, Sahabat kesayangan Nabi setelah Abu Bakar.
Umar bin Khattab menjadi sahabat Nabi yang Terutama Selama mendakwahkan Islam, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam memiliki sepuluh sahabat yang telah dijamin masuk ke dalam surga-Nya.
Ada empat orang yang menjadi sahabat utamanya. Mereka adalah Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin ‘Affan dan ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu’ahum ajma’in.
Makam Umar bin Khattab diletakkan persis di sebelah kuburan Nabi. Sementara Abu Bakr berada di sebelah yang lain. Itulah salah satu keistimewaan seorang Umar bin Khattab di mata manusia.

Keempat, Figur Khilafah yang adil dan bijaksana dalam memerintah.
Umar bin Khattab menjadi Khalifah yang adil pada Saat terpilih menjadi Khilafah menggantikan Abu Bakar, Umar bin Khattab memerintah kota Madinah dengan sangat adil dan bijaksana.
Ia pernah menggalang strategi khusus saat masa paceklik menghampiri rakyatnya. Di antaranya adalah mengalokasikan dana khusus untuk kesejahteraan bayi, fokus terhadap masalah pengobatan dan kesehatan rakyat, perhatian pada urusan sandang pangan. Bahkan, dirinya langsung turun tangan sendiri memikul sekarung gandum untuk memberi makan salah satu rakyatnya yang kelaparan.

Kelima, Tidak rakus dg harta, tahta dan duniawi.
Saat hendak mengambil kunci kota Yerusallem yang berhasil ditaklukkannya, Umar mengajak serta seorang pengawalnya yang bernama Aslam. Keduanya menaiki unta secara bergantian. Yang mengharukan, Umar hanya mengenakan pakaian sederhana tanpa ada embel-embel kemewahan. Bahkan, Uskup Sophronius sebagai pemegang kunci kota pun takjub atas penampilan sang Khalifah yang jauh dari kesan mewah. Hal inilah yang membuat Umar semakin disegani oleh semua raja pada zamannya.

Kamis, 18 Oktober 2018

Ridho Menjadikan Allah sebagai Tuhan



Dari Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu 'anhuberkata:"Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

( مَنْ قَالَ : رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا ، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا ، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا ، وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ ( 
“Barangsiapa yang mengucapkan:“ Radhiitu billahi rabba wa bil Islaami diinan wa bimuhammadin rasuulaan (Aku ridha/rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai Rasulku)” maka surga baginya.” 
Takhrij Hadits 
Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (6/36), 'Abd bin Humaid dalam al-Musnad (hal 308), Abu Dawud dalam Sunan Abi Dawud no. 1529, an-Nasa'i dalam as-Sunan al-Kubra (7/9), Ibnu Hiban dalam Shahih Ibnu Hibban (3/144), al-Hakim dalam al-Mustadrak (1/699) dan beliau berkata:" (Ini) Hadits shahih sanadnya, namun keduanya (al-Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya.". Seluruhnya meriwayatkan hadits tersebut dari jalur Zaid bin al-Habbab, telah memberitahukan kepada kami 'Abdurrahman bin Syuraih al-Iskandarani, telah memberitahukan kepadaku Abu Hani al-Khaulani bahwasanya ia mendengar Abu 'Ali al-Janbi bahwasanya ia mendengar Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhumengucapkan hadits di atas. 
Makna Hadits 
Ibnul Qayyim rahimahullah ketika mengomentari hadits ini dan hadits:

ذاق طعم الإيمان من رضي بالله ربا ، وبالإسلام دينا ، وبمحمد رسولا 
"Akan merasakan kelezatan iman, orang yang ridha/rela menjadikan Allah sebagai Rabbnya dan islam sebagai agamanya serta Muhammad sebagai Rasulnya." (HR. Muslim)
Beliau rahimahullah berkata:"Di atas kedua hadits ini, berkisar (berputar) tingkatan agama, dan kepada keduanya ia (tingkatan agama) berhenti, keduanya telah mencakup ridha terhadap rububiyyah dan uluhiyyah-Nya Subhanahu wa Ta'ala, ridha terhadap Rasul-Nya dan tunduk patuh kepada-Nya, dan ridha terhadap agama-Nya dan pasrah kepada-Nya. Dan barangsiapa yang terkumpul pada dirinya empat hal ini, maka ia benar-benar orang yang shiddiiq. Ia mudah diklaim dan diucapkan oleh lisan, namun ia pada kenyataannya adalah perkara dan ujian yang paling susah, lebih-lebih jika datang sesuatu yang menyelisihi hawa nafsu dan keinginannya." 
Ridha terhadap Uluhiyyah-Nya Subhanahu wa Ta'alamengandung keridhaan dengan cara mencintai-Nya semata, takut, berharap, patuh, dan tunduk hanya kepada-Nya. Dan hal itu mengharuskan untuk beribadah hanya kepada-Nya dan ikhlash di dalamnya. 
Ridha terhadap Rububiyyah-Nya mencakup ridha terhadap pengaturan-Nya terhadap hamba-Nya, pengesaan-Nya dalam bertawakkal hanya kepada-Nya, dalam meminta pertolongan, merasa yakin dan hanya bersandar kepada-Nya dan hendaknya ia ridha dengan segala sesuatu yang Allah perbuat kepada-Nya." (Madarijus Salikin) 
Maka yang pertama adalah mencakup keridhaan seorang hamba terhadap apa yang diperintahkan kepadanya, dan yang keduan ridha terhadap apa yang ditakdirkan untuknya 
Adapun ridha menjadikan Nabinya (Muhammad) sebagai seorang Rasul, maka ia mencakup kesempurnaan ketundukkan kepadanya, dan kepasrahan mutlak untuknya, yang mana beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjadi manusia yang paling didahulukan dibandingkan dirinya sendiri, sehingga ia tidak mengambil petunjuk kecuali dari sabda-sabda beliau, tidak berhukum kecuali kepada beliau, tidak menghukuminya (petunjuk beliau) dengan selainnya, dan tidak ridha sedikitpun dengan hukum selain hukum beliau shallallahu 'alaihi wasallam, tidak pada masalah nama-nama Allah, sifat-sifat-Nya dan perbuatan-Nya, tidak pada hakekat keimanan dan tingkatan-tingkatannya, dan tidak pula pada hukum-hukum yang tampak dan yang tersembunyi. 
Sedangkan ridha menjadikan Islam sebagai agamanya adalah jika Allah berfirman, atau menghukumi, atau memerintahkan, atau melarang, ia akan ridha sepenuh keridhaan, tidak tersisa sedikitpun sempit (keberatan) terhadap hukumnya, menerimanya dengan sebenar-benar penerimaan, sekalipun bertentangan dengan keinginan jiwanya atau hawa nafsunya atau bertentangan dengan perkataan orang yang dijadikan panutan olehnya, gurunya dan kelompoknya.(Dinukil dari Madarijus Saalikin) 
Sabda beliau shallallahu 'alaihi wasallam (رضيت بالله ربا) (aku ridha/rela Allah sebagai Rabb), maksudnya adalah aku rela dengan-Nya, aku mencukupkan diri dengan-Nya, dan aku tidak mencari selain-Nya. Dan sabda beliau (وبالإسلام دينًا) (dan (aku ridha) Islam sebagai agamaku), maksudnya adalah aku ridha dengan menjadikan Islam sebagai agamaku, dalam artian aku tidak akan berjalan di atas jalan selain Islam, dan aku tidak akan menempuh kecuali apa-apa yang sesuai dengan syari'at Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Dan sabda beliau(وبمحمد رسولا) (dan ridha dengan Muhammad sebagai Rasul), maksudnya aku ridha dengan Muhammad menjadi Rasul, dalam artian aku beriman dengan status beliau sebagai seorang yang diutus kepadaku, dan kepada seluruh kaum Muslimin. (Syarh Sunan Abu Dawud 5/439) 
Buah Dari Mengucapkan Dzikir Ini 
Adapun buah dari Ridha terhadap tiga hal di atas, adalah sebagai berikut: 
1. Akan mendapatkan manisnya iman, sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

"ذاق طعم الإيمان من رضي بالله رباً وبالإسلام ديناً وبمحمد صلى الله عليه وسلم رسولاً". 
"Akan merasakan kelezatan iman orang yang ridha menjadikan Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai Rasulnya." 
Dan barangsiapa yang mendapatkan rasa manis tersebut, niscaya rintangan-rintangan dan masalah-masalah duniawi tidak akan menyulitkan dan menyusahkan hidupnya. 
2. Diampuni dosa seseorang yang rutin membacanya setelah mendengar adzan, sebagaimana hadits dalam Shahih Muslim, dari Shahabat Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"من قال حين يسمع المؤذن: أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله. رضيت بالله ربا وبمحمد رسولا وبالإسلام دينا، غفر له ذنبه" 
"Barangsiapa yang ketika mendengar adzan membaca do'a berikut ini, maka ia akan diampuni dosanya:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا
وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا 
3. Menjadikan orang yang mengucapkannya masuk ke dalam Surga, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dalam hadits Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu di atas. 
4. Mendapatkan keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala pada hari Kiamat, sebagaimana hadits dari Tsauban radhiyallahu 'anhu, pembantu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"من قال حين يمسي: رضيت بالله رباً، وبالإسلام ديناً، وبمحمد نبياً، كان حقا على الله أن يرضيه" 
"Barangsiapa yang ketika memasuki sore hari mengucapkan: رضيت بالله رباً، وبالإسلام ديناً، وبمحمد نبياً maka ia berhak untuk diridhai oleh Allah." 
Hadits ini telah dihasankan oleh sejumlah ulama, dan Syaikh al-Albani rahimahullah menyatkannya dha'if (lemah)sebagaimana dalam Silsilah al-Ahadits adh-Dha'ifah (11/33 no 5020), dan beliau rahimahullahmengkritisi para ulama yang menyatakan bahwa hadits tersebut hasan, namun hadits yang seperti ini adalah di antara hadits yang diamalkan/dipakai dalam masalah Fadha'il A'mal. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala Mahamemiliki karunia yang agung. 
Hadits ini sekalipun dha'if(lemah) menurut sebagian ulama, namun maknanya shahih, karena orang yang telah diampuni dosanya dan dimasukkan ke dalam Surga tentu saja ia telah mendapatkan keridhaan dari Allah. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengabarkan banyak ayat bahwa Dia Subhanahu wa Ta'ala telah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya. 
5. Akan termasuk orang yang mendapatkan kemuliaan di hari Kiamat, karena ia dijamin dan akan dituntun oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallamhingga masuk ke dalam Surga. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

"من قال إذا أصبح: رضيت بالله رباً، و بالإسلام ديناً، وبمحمد نبياً، فأنا الزعيم لآخذنَّ بيده حتى أدخله الجنة"، حجر فيما 
"Barangsiapa yang di pagi hari mengucapkan رضيت بالله رباً، و بالإسلام ديناً، وبمحمد نبياً , maka aku menjamin untuk mengambil tangannya (menuntunnya), hingga aku memasukkannya ke dalam Surga." (Hadits ini dibawakan oleh imam al-Munziri dalam at-Targhib wat Tarhiib dengan sanad hasan dan dimasukkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah ke dalam Silsilah ash-Shahihah) 
Maka sungguh besar faidah dan balasan yang akan didapatkan oleh seseorang jika membaca do'a atau dzikir ini. Namun tentunya yang harus diperhatikan adalah bahwa balasan tersebut tidak diberikan hanya dengan sekedar membacanya saja, akan tetapi balasan dan faidah tersebut akan diberikan bagi yang memenuhi syaratnya, yaitu beramal dengan konsekuensinya sebagaimana juga balasan terhadap orang yang mengucapkan لا إله إلاّ الله , maka balasan tersebut akan diberikan kepada orang yang mengucapkannya, dan merealisasikan konsekwensinya. 
Dan sebelum itu semua, ia akan mendapatkan kemantapan dan kekokohan dalam hidup ini, dan juga di alam kubur ketika ditanya oleh Malaikat. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar memberikan ilham kepada kita untuk mengucapkannya dan untuk memudahkan kita untuk merealisasikan konsekuensinya, dan agar Dia Subhanahu wa Ta'ala memberikan kemantapan kepada kami dan anda sekalian dengan al-Qaulu ats-Tsabit di Dunia dan Akhirat. 
Disadur dan diterjemahkan dari beberapa sumber berbahasa Arab oleh Abu Yusuf Sujono. 

Cara bersyukur


1. Syukur dengan Hati.

Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang kita peroleh, baik besar, kecil, banyak maupun sedikit semata-mata karena anugerah dan kemurahan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Segala nikmat yang ada pada kamu (berasal) dari Allah,” (QS. An-Nahl: 53)
Syukur dengan hati dapat mengantar seseorang untuk menerima anugerah dengan penuh kerelaan tanpa menggerutu dan keberatan, betapa pun kecilnya nikmat tersebut. Syukur ini akan melahirkan betapa besarnya kemurahan dan kasih sayang Allah sehingga terucap kalimat tsana’ (pujian) kepada-Nya.

2. Syukur dengan Lidah.

Sikap syukur dengan lidah adalah setelah menyadari dengan sepenuh hati bahwa nikmat yang diperoleh itu semata-mata anugerah Allah Swt muncullah rasa kagum terhadap nikmat Allah Swt dan terucapkanlah kata pujian dari lidahnya alhamdulillah, kalaulah tidak karena nikmatmu ya Allah tidak mungkin saya seperti ini.

3. Syukur dengan perbuatan

Yaitu perbuatan dalam bentuk ketaatan kita menjalankan segala apa yang diperintah dan menjauhi segala apa yang dilarangNya. PerintahNya termasuk segala hal yang yang berhubungan dalam rangka menunaikan perintah-perintah Allah, baik perintah itu yang bersifat wajib, sunnah maupun mubah.
Menggunakan nikmat tersebut sesuai keinginan Sang Maha Pemberi, dimanifestasikan, direalisasikan untuk intensitas amal kebajikan yang semakin meningkat, seperti sedekah, berbagi, sosial, pemberdayaan, infak, zakat, pembangunan mesjid, madrasah, pesantren, dan juga digunakan untuk semua amal kebajikan lainnya.

Semoga bermanfa'at..

Rabu, 17 Oktober 2018

Semua Makhluk Rizkinya Dijamin Allah, Sedangkan Makhluk Tak Kuasa.


Semua Makhluk Rizkinya Dijamin Allah, Sedangkan Makhluk Tak Kuasa.

Ya Ahbabanal Kirom,
Kesuksesan Nabi Sulaiman AS.telah memperoleh bermacam kenikmatan duniawi. Semua tunduk di bawah perintahnya. Manusia, jin, hewan liar, aneka burung, dan bahkan angin. Ketika itu tumbuh rasa bangga di dalam hatinya.

“Tuhanku, perkenankan hamba menyediakan makan untuk semua makhluk hidup setahun penuh,” kata Nabi Sulaiman AS. memohon izin kepada Allah SWT.

“Kau tak mungkin sanggup,” jawab Allah SWT.

“Kalau begitu, izinkan hamba sehari aja,” kata Nabi Sulaiman AS.

Ketika mendapat izin sehari dari Allah, Nabi Sulaiman AS memerintahkan pasukannya baik kalangan jin dan manusia untuk menyebar mendata semua makhluk yang ada di muka bumi. Ia juga meminta mereka untuk memasak dan menyiapkan hidangan selama 40 hari.

Kepada angin, Nabi Sulaiman AS memerintahkan agar tidak bergerak selama itu agar tidak menerbangkan makanan yang sedang disiapkannya untuk memberi makan sehari semua makhluk Allah di muka bumi.

Nabi Sulaiman AS meminta pasukannya untuk mengumpulkan makanan hari demi hari di sebuah padang luas. Pasukannya bekerja keras memenuhi permintaan rajanya. Sampai tiba waktunya, makanan yang disiapkan itu menggunung.

“Sulaiman, siapa duluan yang akan kau beri makan?” kata Allah SWT setelah genap 40 hari persiapan hidangan.

“Makhluk-Mu yang di darat dan di laut,” jawab Nabi Sulaiman AS.

Allah SWT kemudian memerintahkan ikan paus, salah satu penghuni samudera yang luas untuk memenuhi undangan makan Nabi Sulaiman AS. Ikan itu pun mengangkat kepalanya dan bergerak maju ke arah makanan yang menggunung itu.

“Wahai Sulaiman, hari ini Allah menjadikan rezekiku melalui tanganmu,” kata ikan paus tersebut.

“Silakan makan,” kata Nabi Sulaiman AS yang diberi anugerah mukjizat dapat berbicara dengan hewan dan makhluk halus.

Setelah diizinkan, ikan paus itu pun melahap hidangan Nabi Sulaiman AS yang menggunung tersebut. Belum genap sekejap, ikan itu melahap semua hidangan yang disiapkan 40 hari lamanya. Ludes. Sementara itu Nabi Sulaiman AS dan pasukannya terperangah melihat ikan paus itu melahap semua persedian makanan.
“Sulaiman, kenyangkan aku. Aku masih lapar,” kata ikan paus.
“Kau belum kenyang?”
“Hingga kini aku belum kenyang,” kata ikan paus.
Nabi Sulaiman AS tidak sanggup menjawab. Ia menyerah takluk di hadapan kuasa Allah SWT. Ia duduk bersimpuh lalu bersujud.

“Subhāna man takaffala bi rizqi kulli marzūqin min haitsu lā yasy‘uru. (Mahasuci Tuhan yang menjamin rezeki semua makhluk-Nya dari jalan yang tak terpikirkan,” sembah puji Nabi Sulaiman AS sebagai pengakuan atas semua makhluk rizkinya dlm jaminan-Nya.

Kisah ini disarikan dari Kitab Durratun Nasihin fil Wa‘zhi wal Irsyad karya Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad As-Syakir Al-Khaubawi, [Mushtafa Al-Babi al-Halabi, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa catatan tahun], halaman 229-230.
Wallahu a‘lam.

Selasa, 16 Oktober 2018

HILANG 25 JUTA GARA2 SHALAT TEPAT WAKTU

*HILANG 25 JUTA GARA2 SHALAT TEPAT WAKTU*


*Budi Harta Winata adalah pemilik PT. Artha Mas Graha Andalan. Perusahaan ini bergerak di bidang kontraktor baja.*

Budi memulai usahanya pada tahun 2004 Alhamdulillah Usahanya bertambah pesat hingga hari ini.

Jika menilik masa lalunya, banyak orang tidak percaya beliau bisa menjadi pengusaha sukses seperti sekarang ini.

*Lelaki tinggi besar ini pernah menjadi tukang las keliling dan TKI ilegal di Malaysia.*

Tapi roda kehidupan terus berputar, dulu Budi harus merangkak dari bawah untuk memulai usaha. Kini Budi berada di atas. Semua kesuksesannya diraih dengan melalui jalan terjal.

*Menurutnya kesuksesan yang diraih bukan melulu hasil kerja keras, tapi juga ditunjang amalan yang dilakukannya.*

Ketika beliau ditanya apa rahasia suksesnya menjadi pengusaha?

*SHALAT TEPAT WAKTU*

 Jika tiba waktu sholat, mesin dimatikan. “Padahal, kalau dihitung-hitung secara logis, beliau bisa ‘rugi’ 25 juta saat mematikan mesin selama lima belas menit,”.

Anda bayangkan rugi 25 juta itu baru 1x shalat, tinggal di kalikan saja sehari berapa kali mesin dimatikan agar karyawannya bisa shalat tepat waktu, dikali berapa hari dalam setahun......
Berapa kerugiannya ?

*Bagaiman dengan kita ?*

Boro boro kehilangan 25 juta, meninggalkan 15 menit dari acra TV favorit aja kita ga mau, rela menunda bahkan meninggalkan shalat asal tidak terlewat acra TV favorit.

Boro boro kehilangan 25 juta, meninggalkan 15 menit dari acara rapat / seminar yang kita ikuti aja ga mau, rela menunda bahkan meninggalkan shalat yang penting acra rapat / seminar bisa terus di ikuti.

*Allah swt berfirman :*
“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami-lah yang Memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.”
 (QS.Thaha: 132)

*Ayat diatas Seakan ingin menjelaskan bahwa shalat lah dengan baik maka rizki akan datang setelahnya.*

Sering kita menunda shalat karena ada urusan bisnis yang belum selesai.

Sering kita mempercepat shalat kita karena ada pembeli yang datang.

Sering kita melalaikan shalat hanya karena ada orang penting yang harus kita temui.

Coba pikirkan, kenapa kita harus mempercepat shalat demi pembeli sementara kita sedang menghadap Sang Pengatur Rizki ?

Kenapa kita harus menunda shalat demi bertemu klien sementara Allah lah Sang Pemegang urusan itu ?

Kenapa kita harus bertemu orang penting dan melupakan pertemuan dengan Dzat Maha Penting yang segala urusan ada ditangan-Nya ?

Mari kita perbaiki cara berpikir kita agar tidak lagi mendahulukan sesuatu yang penting dan melalaikan sesuatu yang jauh jauh jauh lebih penting.

*Rasulullah saw bersabda :*
"3 amalan yang disukai Allah :
*1. shalat tepat waktu*
2. berbuat baik kepada orang tua
3. dan jihad di jalan Allah"
(Muttafaq'alaih)

*Semoga mulai hari ini kita bisa menjaga shalat agar selalu tepat waktu dan berjamaah di masjid.*

Semoga Allah menerima shalat-shalat kita.

Aamiin yaa Robbal 'aalamiin

Minggu, 14 Oktober 2018

Perbedaan Ujian, Adzab dan Istidraj


Perbedaan Ujian, Adzab dan Istidraj

Ya Ahbabal Kirom,
Banyak yang masih salah menafsirkan makna ujian, adzab dan istidraj dari sudut pandang musibah. Tigal hal tersebut sebenarnya memiliki arti yang berbeda, dan menimpa orang yang berbeda juga meskipun sama-sama terkena musibah.

Ya Ahbabal Kirom,
Berikut ini perbedaan antara ujian, adzab dan istidraj dlm perfektif agama, yaitu :

1. UJIAN
Ujian merupakan musibah yang menimpa orang2 beriman dan rajin ibadah. Ujian bertujuan untuk menguji ke imanan taqwaan, mengangkat derajat dan menghapus dosa-dosanya.
Dalam Al-Quran, Allah berfirman bahwa kita jangan mengaku dulu beriman sebelum diberikan ujian yang berat, seperti kurangnya harta, takut kelaparan, fitnah, cacian, makian dan sebagainya.
Agar lulus dalam ujian yang diberikan Allah, kita harus ikhlas, sabar serta tawakal dalam menjalani semua ujian tersebut.

2. ADZAB
Adzab merupakan musibah yang menimpa orang2 yang selalu melalaikan kewajiban beribadah kepada Allah. Tujuannya yaitu sebagai peringatan agar mau istigfar, bertobat dan inabah kepada-Nya.
Pada saat sedang rajin-rajinnya maksiat, tidak beribadah, lalu datang musibah, itu adalah adzab sekaligus peringatan buat ahlul maksiat. Masih untung kalau diberi kesempatan hidup, karena masih ada waktu untuk bertaubat kpd-Nya.

3. ISTIDRAJ
Tidak pernah sholat, puasa, zakat, sodaqah, umrah, zikir, baca Quran, ta'lim, berdoa, atau melakukan kewajiban lainnya, tapi karirnya, jabatannya, segala urusan rezekinya lancar, usaha semakin maju, dari sudut pandangan dunia seolah-olah sukses, padahal orang seperti itu terkena istidraj. Tujuan istidraj yaitu untuk memberikan adzab yang sangat pedih kelak di ujung kematiannya, di kubur serta di hari pembalasan kelak.
Istidraj hanya diberikan kepada orang-orang terlalu gila terhadap harta, tahta, wanita serta mencintai dunia ini. Sehingga lupa kpd Allah bahkan bermaksiat kpd-Nya. Allah sudah berulang kali memberikan peringatan melalui musibah, namun mereka tetap ingkar serta mendustakan ayat-ayat-Nya serta sombong, enggan menerima kebenaran. Saat dipuncak kesenangan dg tiba-tiba Allah mengadzab dan mencabut nyawanya. Sehingga engga sempat bertobat kpd-Nya. Inilah yg disebut istidraj.
Wallahu'alam.

Sabtu, 13 Oktober 2018

6 Maksiat Sebab Turunnya Murka Allah



Ya Ahbabal Kirom,
Manusia merupakan makhluk yang Allah karuniakan kelebihan atasnya berupa akal pikiran. Inilah yang menjadi pembeda dengan makhluk lainnya.

Karunia yang diberikan ini tidak semata diberikan begitu saja, ada alasannya. Akal pikiran itu diberikan supaya manusia bisa membedakan antara yang hak dan yang batil.

Ada 6 penyebab seseorang cepat datangnya murka Allah, diantaranya:

Sebab pertama,lemahnya iman. Lemahnya iman, itu ada karena kurangnya ilmu, kurang ma’rifatullah. Kalau iman seseorang itu kuat, jika ada maksiat di depannya, ia akan mengedepankan rasa takut pada Allah daripada kesenangan dunia yang sementara.

Sebab kedua, bersahabat  dg ahli maksiat.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang atas agama kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah.

Sebab ketiga, tidak terjaganya pandangan mata.
Pandangan yang begitu bebas, tidak mau ditundukkan. Karena dari pandangan, panah iblis mulai dimainkan, makanya Allah perintahkan,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nuur: 30)
Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim, no. 2159)

Sebab keempat, banyak waktu yg di sia-siakan.
Dua nikmat ini seringkali dilalaikan oleh manusia –termasuk pula hamba yang faqir ini-. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Sebab kelima, menyepelakan hal yang haram.
Karena semakin bermudah-mudahan, kita bisa terjerumus dalam yang haram yang lebih parah.

Sebab keenam, sering datang ketempat yang membangkitkan syahwat.
Dekat dengan tempat-tempat yang dapat membangkitkan syahwat seperti datang diskotik, atau duduk-duduk di pinggir jalan. Karena syahwat dapat bangkit lewat pandangan ketika berada di jalan-jalan.
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
« إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ » . فَقَالُوا مَا لَنَا بُدٌّ ، إِنَّمَا هِىَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا . قَالَ « فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلاَّ الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا » قَالُوا وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ قَالَ « غَضُّ الْبَصَرِ ، وَكَفُّ الأَذَى ، وَرَدُّ السَّلاَمِ ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ »
“Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalan”. Mereka bertanya, “Itu kebiasaan kami yang sudah biasa kami lakukan karena itu menjadi majelis tempat kami bercengkrama”. Beliau bersabda, “Jika kalian tidak mau meninggalkan majelis seperti itu maka tunaikanlah hak jalan tersebut”. Mereka bertanya, “Apa hak jalan itu?” Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan di jalan, menjawab salam dan amar ma’ruf nahi munkar.” (HR. Bukhari no. 2465)

Jumat, 12 Oktober 2018

Perbanyak Doa Ini Saat Musibah, Gempa Dan Tsunami



Ya Ahbabal Kirom,
Setelah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah ditimpa musibah, pada Kamis kemarin, tiga wilayah di Indonesia mengalami gempa yakni Situbondo, Malang dan Maluku.

Disamping itu, yang namanya kejadian alam memang tidak ada seorang manusiapun yg tahu. Sebab, datangnya suatu musibah itu suatu keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh siapapun.

Berikut ini doa agar mendapatkan perlindungan dari segala bentuk bencana, termasuk gempa dan tsunami.
Di dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman,
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Pasti kami akan menguji kalian dengan sesuatu ketakutan dan kelaparan serta kekurangan harta, jiwa dan buah. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : ayat 155).
Allah SWT mengajarkan kepada kaum beriman apabila terkena musibah agar memperbanyak kesabaran dan shalat.
Sebagaimana yang dituliskan dalam Quran Surah Al-Baqarah ayat 153, Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 153).

Ya Ahbabal Kirom,
Sebagaimana yang kita ketahui, musibah bagian dari ujian dalam kehidupan dunia yang mau tidak mau harus dijalankan manusia.
Adapun doa mendapat musibah ini diambil dari hadits Rasulullah SAW berikut ini :
Ummu Salamah Radhiyallahu 'Anha, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَجَرَهُ اللَّهُ فِى مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّىَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِى خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
"Tak seorang hamba (muslim) tertimpa musibah lalu ia berdoa: 'Sesungguhnya kita ini milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya.' Ummu Salamah berkata: Saat Abu Salamah wafat, aku berdoa sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah kepadaku, lalu Allah memberi ganti untukku yang lebih baik darinya, yakni Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam." (Muttafaq 'Alaih)
Hadits di atas merupakan dasar bagi doa tertimpa musibah yang bisa dipanjatkan dan diamalkan saat terkena musibah.

Adapun doa agar dilindungi dari segala bentuk bencana, termasuk gempa dan tsunami, adalah sebagai berikut.
اللهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الغَلا وَالوَبَاء وَالرِّبا وَالزِّنا وَالزَّلازِلَ وَالمِحَنَ، وَسُوءَ الفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَما بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلادِ المُسْلِمِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أِرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
"Ya Allah! Angkat dari kami penyimpangan, malapetaka, zina, riba, gempa bumi, bencana, dan segala cobaan yang buruk, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, dari negeri kami ini khususnya, dan dari semua negeri kaum muslimin, dengan Rahmat-Mu, Duhai Yang Maha Penyayang."
اَللهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِ
"Ya Allah kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rizqi, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati."

DOA KETIKA GEMPA BUMI
اَللَّهُمّ إِنّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ؛ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّمَافِيْهَا وَشَرِّمَا أَرْسَلْتَ بِهِ
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang didalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan."

Wallahu'alam.

Kamis, 11 Oktober 2018

TENGGELAM DALAM KESOMBONGAN

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri seorang ulama besar melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak.

Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku..! ”

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi terus terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang”.

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu berkata padanya, “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak”.

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam Kebanggaan dan Kesombongan”

Lelaki itu menjawab, “Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan”

Semenjak saat itu, Hasan al-Basri semakin merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

Walau sehebat apapun diri kita jangan pernah berkata “Aku lebih baik dari pada kalian” (Imam Al Ghazali).

🌻 *SPIRIT TAHAJUD (288) 1210*🌻



*Mensyukuri Nikmat Hidup Sukses*

👉 Tak sedikit dari kita yang ketika mengusahakan sesuatu selalu hidup dengan keluhan, dikala jalan yang dilalui tidak sesuai harapan dan penuh akan rintangan. Padahal, perjalanan menuju sukses harusnya dinikmati dan disyukuri, bukan sedikit-sedikit dipertanyakan dan dikeluhkan. 🌿

Begitulah, kadang kita memang aneh, meminta kedudukan yang tinggi dan kenikmatan yang luar biasa, tapi ketika Allah berikan ujian untuk naik kelas seperti yang diinginkan malah tidak mau dan menggerutu. Seharusnya kita sadar diri, naik kelas di sekolah saja ada yang namanya ujian, apalagi naik kelas hidup yang lebih mengagumkan, maka pasti ujian akan Allah hadirkan. 🌴

✍ Jadi setiap kamu mengusahakan sesuatu dalam hidupmu, terlebih bila hal itu merupakan kesuksesan, sudah sepantasnya kamu kerahkan dulu perjuanganmu untuk menjemput apa yang kamu inginkan. Karena menuju sukses itu memang butuh yang namanya perjuangan, maka nikmati dulu perjuanganmu sambil lalu dimaknai dengan bijaksana, sebab pada akhirnya kamu akan sampai juga pada apa yang kamu tuju. 🌺

👉 Jangan tumbang hanya karena jalanmu penuh dengan hambatan, sebab biasanya yang banyak hambatannyalah yang menghasilkan kesuksesan luar biasa. Tetapi, kamu harus mampu lalui itu semua dengan baik dan benar, jangan sampai hanya semangat saja yang menggebu, namun tidak dibuktikan dengan tindakan yang nyata. 🌷

✍ Ingatlah dengan bijak, hasil tidak akan pernah membohongi usaha, maka jika usahamu dalam meraih suksesmu tidak tanggung-tanggung, alias rasa yakin dan langkahmu pasti maka mustahil hasil yang memuaskan tidak akan kamu dapatkan. Jadi, jika kamu memang ingin meraih suksesmu, tidak peduli hambatan apa yang menghadangmu, pastikan kamu berani menghadapinya. 💐

👉 Jangan pernah kamu merasa takut dengan ujian yang Allah hadirkan untuk menghadang jalanmu, dan jangan pula kamu mundur karena merasa jalannya begitu sulit, percayalah Allah bersamamu. Teruskan langkahmu dengan penuh rasa yakin bahwa bersama dengan Allah semua rintangan yang ada pasti bisa kamu lalui. Selain itu, mintalah kekuatan pada Allah, agar kamu selalu ditambah rasa sabar dan ikhlas. ☘

👉 Dan ketika orang lain lebih dulu sukses janganlah bertanya “giliranku kapan?”, tapi pastikan usaha yang kamu lakukan sudah benar, karena jika kamu telah bersungguh-sungguh tentu Allah akan sediakan hal yang sama untukmu. Kesuksesan yang kamu lihat dari orang lain akan juga kamu rasakan nanti, dikala kamu memang telah benar dalam usaha yang pasti. 🌸

10 Adab Ini Bagi Wanita Saat Keluar Rumah




Ya Ahbabal Kirom,
Fitnah yg paling besar di akhir zaman, bagi pria adalah harta, tahta dan wanita.

“Wanita adalah aurat. Jika ia keluar, setan mengintainya,” (HR. At Tirmidzi). Hadits Rasulullah tersebut mengisyaratkan kepada wanita agar jika keluar rumah harus punya adab. Karna banyak sekali fitnah yang akan mengancam para wanita.

Jumhur ulama,
memberikan ketentuan bagi para wanita agar memperhatikan adab-adabnya saat keluar rumah. Berikut 10 adab wanita saat keluar rumah yang disarikan dari kitab Nashihati lin-nisa karya Ummu Abdillah Al Wadi’iyyah.

1. Berhijab/Menutup Aurat.
Menutup aurat diwajibkan atas setiap wanita. Banyak hikmah dibalik perintah berhijab. Salah satunya yakni agar wanita tidak diganggu mengingat keindahan selalu bersemayam di setiap lekuk tubuh kaum hawa.

2. Tidak Memakai Parfum.
Wanita yang memakai parfum diibaratkan Rasulullah sebagai wanita penggoda. Keindahan wanita akan makin memikat pria dengan adanya aroma yang wangi semerbak. Karena itulah, wanita dilarang mengenakan parfum saat bepergian kecuali bersama suaminya atau muhrimnya.

3. Berjalan Pelan-Pelan.
Berjalan pelan juga termasuk dalam adab wanita saat keluar rumah. Wanita hendaknya pelan dalam berjalan agar suara alas kakinya tak terdengar. Allah berfirman, “Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS. An Nur: 31).

4. Tidak Mengumbar Suaranya/Berteriak.
Ummu Abdillah menuturkan, jika seorang wanita berjalan bersama saudarinya dan di dekatnya ada laki-laki, maka janganlah ia berbicara dengan saudarinya itu. Hal ini bukan diartikan bahwa suara wanita adalah aurat. Akan tetapi, terkadang suara wanita dapat menghantarkan fitnah kepada laki-laki yang mendengarnya.

5. Meminta Izin Saat Keluar Rumah.
Jika telah menikah, maka seorang wanita haruslah meminta izin suaminya sebagai adab yang baik saat keluar rumah. Pun bagi wanita yang belum menikah, izin dari wali hendaknya diperhatikan.

6. Ditemani Bersama Muhrimnya.
Jika wanita melakukan safar yang jauh, maka ia tidak diperbolehkan pergi kecuali bersama mahramnya. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, “Tidak boleh seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahramnya.” (HR. Al Bukhari).

7. Tidak Berdesakan.
Saat keluar rumah, wanita hendaknya menghindari situasi berdesakan dengan para pria. Termasuk dalam hal ini yakni ketika thawaf dan sa’i. Para wanita dinasihatkan untuk menghindari desakkan pria saat menunaikan dua ibadah tersebut. Jika untuk perkara ibadah saja dilarang, maka jelaslah hukum berdesakan di tempat umum atau alat transportasi.

8. Bersikap Malu.
Saat keluar rumah, kaum hawa diperintahkan untuk memiliki adab yang dihiasi dengan sikap malu. Dengan sifat malu, wanita akan membatasi dirinya dari melakukan hal yang tak berguna apalagi sia-sia.

9. Menundukkan Pandangannya.
Allah berfirman, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat’.” (QS. An-Nur: 30).
Ayat ini pun berlaku bagi para wanita. Saat keluar rumah, hendaklah wanita menundukkan pandangannya agar selamat hatinya.

10. Tidak Bertabarruj
Saat di luar rumah, wanita hendaknya tidak melepaskan pakaiannya atau hijabnya hanya karena berniat tabarruj atau menampakkan perhiasannya, meski di hadapan sesama wanita sekalipun.
Hal ini sebagaimana hadits yang datang dari Aisyah bahwasanya Rasulullah bersabda, “Wanita manapun yang melepas pakaiannya di selain rumah suaminya, maka sungguh ia telah merobek penutup antara dia dan Allah.” (HR. Ahmad).
Wallahu'alam.

Rabu, 10 Oktober 2018

SPIRIT TAHAJUD (278) 0210

🌻 *SPIRIT TAHAJUD (278) 0210*🌻

*Menjadi Hamba Yg Bersyukur*

✍ Syukur merupakan salah satu maqom (derajat) yang tinggi dari seorang hamba. Rasa syukur itulah yang dapat membuat seorang hamba menjadi sadar dan termotivasi untuk terus beribadah kepada Alloh. Seperti yang diceritakan dari Nabi Muhammad SAW bahwasanya beliau sholat malam sampai bengkak kakinya. Ketika ditanyakan kepada beliau: “Mengapa engkau melakukan ini wahai Rosululloh, padahal sungguh Alloh telah mengampuni seluruh dosa-dosamu baik yang telah lewat ataupun yang akan datang?” Maka Rosululloh menjawab, “Tidakkah aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur?” (HR. Bukhori dan Muslim). Maka untuk Menjadi Hamba yang Bersyukur Sehingga ketika mengetahui ini, Iblis la’natulloh alaih, sebelum dia terusir ke dunia, berjanji kepada Alloh ‘Azza wa Jalla untuk menggelincirkan manusia dan akan menghalangi mereka untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang bersyukur. 🙏

✍ Alloh menceritakan perkataan Iblis ini: “Kemudian sungguh akan kami datangi mereka (bani Adam) dari arah depan, arah belakang, samping kanan dan samping kiri mereka, sehingga tidak akan Kau dapati kebanyakan di antara mereka yang bersyukur.” (QS. 7: 17) Dan terbuktilah apa yang dikatakan oleh iblis, sebagaimana yang difirmankan oleh Alloh yang artinya: “Dan sedikit sekali golongan hamba-Ku yang mau bersyukur.” (QS. 34: 13)🌿

👉 Termasuk bersyukur adalah kita menerima apa pun yang ada pada kita saat ini, baik yang sedikit maupun yang banyak. Karena pada hakekatnya kenikmatan yang kita terima itu tiada terkira banyaknya. Alloh berfirman yang artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Alloh, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya.” (QS. 16: 18). Bahkan Rosululloh saw. pun bersabda: “Lihatlah orang yang yang ada di bawahmu dan janganlah kamu melihat orang yang ada di atasmu. Hal itu akan lebih baik bagimu agar kamu tidak meremehkan nikmat Alloh yang yang diberikan kepadamu.” (HR. Bukhori Muslim) 🍀

✍ Lalu Bagaimana Caranya Menjadi Hamba yang Bersyukur ?  Dalam hal ini,  Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata: “Syukur itu menurut asalnya adalah adanya pengakuan akan nikmat yang telah Alloh berikan dengan cara tunduk kepada-Nya, merasa hina di hadapan-Nya dan mencintai-Nya. Maka barangsiapa yang tidak merasakan bahwa itu adalah suatu kenikmatan maka dia tidak akan mensyukurinya.☘

👉 Barangsiapa yang mengetahui itu adalah nikmat namun dia tidak mengetahui dari mana nikmat itu berasal, dia juga tidak akan mensyukurinya. Barangsiapa yang mengetahui itu adalah suatu nikmat dan mengetahui pula dari mana nikmat itu berasal, namun dia mengingkarinya sebagaimana orang yang mengingkari Alloh yang memberi nikmat, maka dia telah kafir, dan barangsiapa yang mengetahui itu adalah suatu nikmat dan dari mana nikmat itu berasal, mengakuinya dan tidak mengingkarinya, akan tetapi ia tidak tunduk kepada-Nya dan tidak mencintai-Nya atau ridho kepada-Nya, maka ia tidak mensyukurinya.🙏

✍ Barangsiapa yang mengetahui itu adalah nikmat dan dari mana nikmat itu berasal, mengakuinya, tunduk kepada yang memberi nikmat, mencintai-Nya dan meridhoi-Nya, dan menggunakan dalam kecintaan dan ketaatan kepada-Nya, maka inilah baru disebut sebagai orang yang bersyukur.” Alloh SWT berfirman didalam Al-Qur’an yang artinya: “Dan (ingatlah juga) ketika Robb kalian memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka ketahuilah sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih’.” (QS. 14: 7). Dalam ayat yang mulia ini, Alloh Azza wa Jalla memberikan janji kepada para hamba-Nya yang mau bersyukur, sekaligus memberikan ancaman yang keras bagi mereka yang berani untuk kufur kepada-Nya.🙏

SPIRIT TAHAJUD (279) 0310

🌻 *SPIRIT TAHAJUD (279) 0310*🌻

*Amalan Ringan dibalas Surga*

✍ Surga merupakan tempat maha luas yang dipenuhi istana-istana indah di dalamnya. Ia merupakan balasan setimpal bagi orang-orang beriman yang selalu beramal saleh selama hidupnya di dunia. Istana di surga dijanjikan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang telah membangun masjid di dunia. Hal tersebut berdasarkan hadis riwayat Ibnu Majah nomor 738 yang bermakna, "Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga."🍀

👉 Tak hanya membangun masjid, terdapat beberapa amalan ringan lainnya yang juga berpahala sebuah istana di surga. Salah satunya yang disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad jika seseorang yang membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 10 kali maka, ia berhak mendapatkan istana di surga. Hadits yang juga tercantum di dalam kitab Ash Shahihah karya Syaikh Albani tersebut berbunyi, "Siapa yang membaca qul huwallahu ahad sampai ia merampungkannya sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga."🌷

👉 Selain itu, mendirikan 8 rakaat shalat sunah sebelum dhuhur juga berbalas istana di surga. Rincian dari shalat sunah tersebut ialah, 4 rakaat shalat dhuha dan 4 rakaat shalat sunah rawatib sebelum dhuhur. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Ath-Thabrani dalam kitab Ash-Shahihah karya Syakh Albani yang bermakna, "Siapa yang shalat dhuha empat rakaat dan shalat sebelum dhuhur empat rakaat, maka dibangunkan baginya rumah di surga."💐

👉 Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwasanya seseorang yang melakasanakan salat rawatib sebanyak 12 rakaat dalam sehari juga diganjar dengan pahala serupa. Shalat rawatib ialah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat wajib yang lima waktu. Rasul bersabda dalam hadis riwayat **Muslin nomor 728** yang bermakna, "Barang siapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari-semalam sebanyak 12 rakaat, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di surga." Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi nomor 414 dirincikan bahwa 12 rakaat shalat rawatib tersebut antara lain: 4 rakaat sebelum dhuhur, 2 rakaat sesudah dhuhur, dua rakaat sesudah magrib dan isya serta 2 rakaat sebelum shubuh.🌺

👉 Amalan lainnya yang dibalas dengan istana di surga ialah meninggalkan perdebatan meski dalam posisi benar, tidak berdusta meski sekadar bercanda, dan berakhlak mulia. Hal tersebut senada dengan sabda Rasul dalam hadits hasan riwayat **Abu Daud nomor 4800** yang berbunyi, "Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya."🌸

✍ Menutup celah dalam barisan shalat juga menjadi salah satu amalan yang berbalas istana di surga. Barisan dalam shalat merupakan salah satu syarat sempurnanya shalat. Untuk itu sangat dianjurkan setiap muslim untuk meluruskan shaf shalat dengan merapatkan kaki-kaki dan bahu-bahu di antara mereka. Dilansir dalam kitab Ash-Shahihah sebuah hadis riwayat Al-Muhamili yang bermakna, "Barang siapa yang menutupi suatu celah (dalam saf), niscaya Allah akan mengangkat derajatnya karena hal tersebut dan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga."🙏

SPIRIT TAHAJUD (280) 0410

🌻 *SPIRIT TAHAJUD (280) 0410*🌻

*Siksa Neraka yang Paling Ringan*

✍ Neraka ada tempat bagi manusia yang durhaka kepada Allah Subhanallahu Wata’ala. Ini adalah tempat paling buruk untuk kembali setelah kehidupan di dunia yang fana. Di sana, manusia akan mendapatkan pembalasan atas apa yang dikerjakannya semasa di dunia. Berbagai siksaan pedih telah menanti manusia durhaka, dari mulai yang paling ringan hingga yang paling berat.🌴

✍ Dari Nu’man Bin Basyir ra: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya seringan-ringan siksaan siksaan penghuni Neraka pada hari Qiamat ialah seseorang yang diletakkan di bawah dua telapak kakinya dua bara api neraka sehingga mendidih otak yang ada di kepalanya. (dari sebab panasnya kedua bara api neraka tersebut) Dia mengira bahwa tidak ada orang lain yang lebih dashyat siksaan daripadanya, padahal dialah orang yang paling ringan siksaannya”. (Hadist Riwayat Bukhari & Muslim).🙏

👉 Begitulah hukuman paling ringan di neraka. Otak di kepala mendidih, sementara dia merasa tidak ada orang lain yang lebih dahsyat siksanya daripada dirinya. Oleh karena itu alangkah celakanya orang yang tidak takut kepada siksa Allah Ta’ala sehingga dia berani lalai ketika di dunia dan bahkan melakukan berbagai kejahatan. Dan yang lebih parah lagi daripada siksa neraka adalah orang-orang kafir/musyrik disiksa di sana selama-lamanya.🌿

👉 Ada pun orang Islam, jika berbuat kejahatan seperti zina, mencuri, mabuk, korupsi, dsb maka harus mampir dulu di neraka. Jangan anggap ringan. Sebab meski disiksa sehari di neraka, kita harus paham bahwa 1 hari di akhirat itu kadarnya sama dengan 50.000 tahun di bumi. Allahu A’lam.🙏

Spirit Tahajud

🌻 *SPIRIT TAHAJUD (281) 0510*🌻

*Sebutlah Ya Allah Dalam Do'a*

✍ {Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.} (QS. Ar-Rahman: 29)🙏

👉 Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: "Ya Allah!" .... Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: "Ya Allah!"🙏

👉 Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah: "Ya Allah!" ... Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru: "Ya Allah!" ... Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus Anda pikul, menyerulah:"Ya Allah!"🙏

✍ Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam Kusebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang, dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah. Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya. Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arahNya untuk memohon pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya, keyakinan akan semakin kokoh. Karena {Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya.}. (QS. Asy-Syura: 19) 🌷

🤲 Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa kantuk dari-Mu yang menentramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata. Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu. Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayahMu.🙏

👉 Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu..... Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua. Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong.🙏
(Laa Tahzan : Aid al-Qarny)
قد تأتي الهموم من الشيطان حتى لا تقوم الواجب و تنصرف إلى تفكير ليس له حد

Kegelisahan itu bisa datang dari syaitan,
Agar kau tidak melakukan yang harus dilakukan, dan beralih memikirkan sesuatu yang tak ada batasnya
Dengan senantiasa mengingat Alloh
Resah gelisah hanya akan mampir sebentar saja

Renungan dari bang Naif

Iblis dan Setan Sebagai Pelaku Hoaks Pertama Ingin Minta Pensiun


Iblis dan Setan Sebagai  Pelaku Hoaks Pertama Ingin Minta Pensiun

Ya Ahbabul Kirom,
Suatu saat Rasulullah bertanya kpd para sahabat, apakah kalian takut dg kemiskinan, takut dg penyakit dan takut dg hukuman ? Na'am Ya Rasulullah. Kemudian Rasulullah berkata, begitupula kalian pasti takut dg kebohongan atau korban dari kebohongan.

Nabi Adam adalah korban hoaks pertama dari bisikan syetan. Al-Qur’an merangkum kisah ini dalam Al-A’raf 19-22 dengan mengawali kehidupan Nabi Adam dan isterinya di surga:
وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
“(Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”.

Peran syetan diawali dengan pemutarbalikan fakta larangan dari Allah dengan bumbu kalimat penuh dusta:
فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِن سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ
“Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”.

Ya Ahbabul Kirom,
Jadi syetan membuat hoaks, “Allah melarang kamu makan buah khuldi ini supaya kamu tidak jadi malaikat dan tidak hidup kekal di surga”
Seperti gaya pembuat hoaks syetan pun berlagak sok bijaksana:
وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ (21) فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ
“Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”, maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu dayanya… ”

Sekarang yang ahli membuat kebohongan, berita palsu, penebar kebencian adalah manusia. Peran Syetan diganti oleh manusia. Syetan akan pensiun dini dari hoaks ?
Wallahu A’lam

10 Amalan Bulan Safar 1440 H Sesuai Anjuran Salafus Soleh


10 Amalan Bulan Safar 1440 H Sesuai Anjuran Salafus Soleh

Ya Ahbabul Kirom,
Tanggal 1 Safar 1440 Hijriyah jatuh tepat pada Rabu (10/10/2018). Sekarang Kamis tgl 2 Safar 1440 H.
Bulan Safar diyakini oleh beberapa ulama salaf sebagai bulan yang penuh bala', musibah dan mendatangkan banyak kesusahan.
Karena adanya kepercayaan ini, banyak yang memilih melakukan amalan-amalan tertentu guna menghindari musibah yang akan menimpa dirinya di Bulan Safar.
Kepercayaan ini dibantah oleh Rasulullah SAW.
Karena pada dasarnya, seluruh bulan adalah baik dan mendatangkan kebaikan.Terutama bagi umat Islam yang beriman dan tak segan melakukan amalan-amalan terpuji.
Rasulullah SAW dan para sahabatnya tidak pernah menghkususkan amalan tertentu untuk dijalankan ketika Bulan Safar saja.
Akan tetapi, untuk memperoleh keutamaan dan pahala dari Bulan Safar ada baiknya untuk menunaikan ibadah harian sebagaimana perintah Nabi Muhammad SAW.
Berikut amalan sunnah yang bisa diperbanyak dilakukan di bulan Safar 1440 Hijriyah ini, yaitu :
1. Perbanyak Zikrullah,
Salah satu keutamaan berdzikir adalah memperberat timbangan di akhirat, mendatangkan pahala, dan dicintai oleh Allah SWT.
“Aku membaca subhaanallah wal hamdulillah walaailaaha illallahu wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah dan Allah Maha Besar). Bacaan itu lebih aku sukai daripada mendapat kekayaan sebanyak apa yang di bawah sinar matahari.” (HR.Muslim).
“Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan dan berat di timbangan: (yaitu bacaan) subhaanallah wabihamdihi subhaanallahil adzim.” (HR Bukhari).
“Barangsiapa di waktu pagi dan sore membaca: subahanallah wa bihamdihi seratus kali maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala yang lebih baik dari pahala yang dia bawa, kecuali orang yang membaca seperti yang dia baca atau lebih banyak.” (HR. Muslim)

2. Perbanyak Shalat Dhuha
“Di dalam tubuh manusia terdapat tiga ratus enam puluh sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.”
Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah.
Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud).

3. Shalat Melangkah Solat Berjamaah di Masjid,
Dari Abu Umamah, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang keluar dalam keadaan suci, menuju masjid untuk melaksanakan shalat jamaah, maka pahalanya seperti pahala seperti orang yang sedang haji dalam keadaan ihram.” (HR. Abu Dawud).

Keistimewaan dari melaksanakan sholat berjamaah di masjid adalah salah satunya mendapatkan pahala 27 kali lipat dibandingkan sholat sendirian.

4. Perbanyak Membaca Al-Quran,
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka dia mendapat satu pahala kebaikan. Dan setiap satu pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali.” (HR. At Tirmidzi dan At Thabrani).
Bagi mereka yang suka membaca Al-Quran, banyak sekali manfaat membaca Al-Quran terutama untuk mengetahui ayat al-quran tentang tanggung jawab, juga mengetahui apa saja ayat Al-quran tentang cinta.

5. Perbanyak Sholawat atas Nabi,
“Barangsiapa yang membaca shalawat untukku sekali, maka Allah akan memberikan shalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan sepuluh kesalahan, dan diangkat sepuluh derajat.” (HR. An Nasai).
“Barang siapa yang membaca shalawat untukku sekali, maka Allah akan memberikan shalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).

6. Perbanyak Membaca Doa di antara Adzan dan Iqomah,
Dari Jabir bin Abdillah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mendengarkan adzan kemudian dia membaca doa:
Allahumma rabba hadzihid dawatittammah washshalatil qaimah, ati muhammadanil wasilata wal fadhilah wabats-hu maqamam mahmudanilladzi waadtahu,
(Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna dan shalat wajib yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah dan fadhilah. Bangkitkanlah beliau ke tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya, maka dia berhak mendapat syafaatku pada hari kiamat).” (HR. Bukhari).

7. Memperbanyak Istighfar,
Dari Ibn Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang rajin beristighfar maka Allah akan berikan jalan keluar setiap ada kesulitan, Allah berikan penyelesaian setiap mengalami masalah, dan Allah berikan rizki yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud).

8. Perbanyak Silaturahmi,
Rasulullaah Saw bersabda,
"Barangsiapa yg ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rizkinya, hendaklah kalian perbanyak silaturahim."
( HR, Bukhari )

9. Perbanyak sodaqah,
Rasulullah Saw bersabda, "Tidak akan berkurang hartanya dan tdk akan miskin bagi orang bersedaqah."
( HR Ahmad )

10. Perbanyak Duduk di Majlis Ilmu,
Rasulullah Saw bersabda,
"Barangsiapa yg berjalan menuju majlis ilmu, maka dimudahkan jalan menuju surga."
Wallahu'alam.

Mereka adalah Ulama kita

✨🇮🇩
💫 *Mereka adalah ulama kita* 🥀

ماذا نقول في زمان سافل
وفيه خاضوا ما له من ساحل
فكفروا وضللوا وفسقوا
من المشايخ ذوي الفضائل
كوسدورنا ثم حبيبنا رزق
حبيبنا جندان من افاضل

Apa yg bisa saya katakan tentang zaman yg hina ini. Bnyk orang menceburkan diri dlm lautan ta' bertepi (wilayah para ahli ilmu agama/ulama), orang² awam mengkafirkan, menyesatkan dan menfasikkan para ulama yg memiliki fadhilah² ilmu agama dan keutamaan. {Gusdur, Habib Riziq, Habib Jindan
------------------------------------


عقيلنا السراج بويا يحيا
عبد الصمد وهم ذوو المحافل
ثم قريش لشهاب كوسْ موسْ
معروفنا الامين من اماثل
كياهي ميمونَ زبيرٍ والحبيبْ
لطفي فلم يخطئ مذمُّ جاهل

Kiai Agil Siroj, Buya Yahya, Ust Abdus Somad, Quraisy Syihab, gus Mus, kiai Makruf Amin, kiai Maemun Zubaer, Habib Luthfi.}
------------------------------------


وكل من شابههم من علما
وحكماءنا ذوي المسائل
الكل جاز خطأهم لانهم
ليسوا بانبيا ذوي الكوامل
نتبع فيما قد اصابوا من هدى
نترك غيره من المزالل
نصحتهم اذا قدرت واذا
عجزت اسكت عن المقاول

Dan semua para ulama dan hukama, mereka bisa saja keliru karena mereka bukan nabi. Kami mengikuti apa yg kami anggap benar dari mereka, dan kami tidak ikuti apa yg kami anggap salah dari mereka. Kami menyampaikan nasehat jika bisa, jika tdk maka kami mnjaga mulut kami dgn tidak menjelek-jelekkan mereka
-----------------------------------


فهم جبال لبلادنا وهم
عمادها أمسك لسان الناقل
فان تصادمت جبال فابتعد
ياكبش عن تصادم المثاقل
ينفعنا بهم ويعفو عنهمو
ربي جزاهمو جزاء العامل

Mereka bagai gunung² yg menjadi tiang² penyangga di negeri ini, hentikanlah lisan² pengadu domba. Ketika gunung² saling berbenturan maka menjauhlah, kita ibarat kambing kecil yg akan terhempas karenanya. Semoga Allah memberi manfaat kepada kami dengan barokah mereka para ulama, serta mengampuni apa yg salah dari mereka dan memberi balasan pahala sebaik-baik balasan trhadap mereka

Aamiiiin

✍ Alkatib : KH. KHUZAIMI PRAJJAN CAMPLONG SAMPANG MADURA

LIKUIFAKSI

Likuifaksi

ChanelMuslim.com- Likuifaksi atau berubahnya tanah menjadi seperti cair sehingga menenggelamkan benda-benda di atasnya menjadi hal paling menarik di gempa Palu dan Donggala.

Menurut pantauan citra satelit, lebih dari 200 hektar tanah di Sigi Palu telah menenggelamkan apa pun di atasnya.

Fenomena menakutkan ini menarik karena inilah ancaman baru yang sulit diantisipasi.

Kalau gempa, orang paham harus bagaimana, antara lain menghindar berada dalam bangunan.

Begitu pun tsunami, tak ada cara lain kecuali mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Namun, bagaimana dengan ancaman likuifaksi? Sangat sulit menghindarinya, terlebih lagi mendeteksinya.

Yang lebih menakutkan lagi, jenis ancaman bencana ini tidak memberikan bekas keberadaan korban.

Kalau korban tsunami mungkin bisa dicari, dan begitu pun dengan korban gempa yang tertimbun reruntuhan.

Tapi likuifaksi, korban tertelan begitu saja ke dalam bumi berikut dengan benda-benda yang bersamanya seperti rumah, mobil, dan lainnya.

Alquran dan Hadis Menyebut Bencana Likuifaksi

Alquran dan Hadis menyebut likuifaksi, wallahu a’lam, dengan sebutan Al-Khasf.

Jenis bencana ini disebut Allah Ta'ala sebagai azab.

Yaitu, azab yang pernah timpakan terhadap Qarun, salah seorang keluarga besar Nabi Musa alaihissalam yang ingkar kepada Allah swt.

Allah mengisahkan peristiwa itu dalam Surah Al-Qashshash ayat 81.

فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ

"Maka Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya ke dalam Bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri."

Jadi, fenomena sejenis likuifaksi ini pernah terjadi dalam sejarah umat manusia.

Dan Allah., menyebut itu sebagai azab untuk seorang bernama Qarun. Orang kaya sombong ini Allah tenggelamkan dalam tanah berserta seluruh kekayaan yang ia miliki.

Ummu Salamah pernah bertanya kepada Nabi saw., “Apakah bumi akan ditenggelamkan sementara di dalamnya ada orang-orang shalih?” Rasulullah saw. menjawab, “Jika penduduknya sudah banyak melakukan kefasikan dan kekejian (Al-Khabats).” (HR. At-Thabrani) (Mh)

Senin, 08 Oktober 2018

Haram Berteman Dengan 5 Macam Manusia Ini



Ya Ahbabal Kirom,
SAYYIDINA Husein bin Ali pernah berwasiat kepada putranya, "Wahai anakku, perhatikanlah lima macam manusia ini. Lalu janganlah engkau berteman dengan mereka."
"Siapa mereka wahai ayahku, beritahukan kepadaku," tanya sang anak.
Pertama,
"Janganlah engkau berteman dengan pembohong karena ia seperti fatamorgana. Mendekatkan yang jauh darimu dan menjauhkan yang dekat."

Kedua,
"Janganlah engkau berteman dengan seorang fasiq (ahli maksiat). Karena ia bisa menjualmu dengan sesuap makanan, bahkan lebih sedikit dari itu."

Ketiga,
"Janganlah engkau berteman dengan seorang yang bakhil (kikir). Karena ia akan menjerumuskanmu dengan hartanya disaat engkau sangat membutuhkannya."

Keempat,
"Janganlah engkau berteman dengan orang dungu. Karena ia ingin memberi manfaat untukmu tapi malah menyusahkanmu."

Kelima,
"Dan janganlah engkau berteman dengan orang yang memutus silaturahmi."

Ya Ahbabal Kirom,
Mari kita lebih berhati-hati untuk memilih teman, kawan, sahabat dan jangan lupa untuk mengingatkan kepada keluarga dan anak-anak kita. Karena kepribadian dan agama seseorang sangat bergantung dengan siapa ia berteman.

Ciri-Ciri Orang Ikhlas Dan Istikhlas

Ciri-Ciri Orang Ikhlas Dan Istikhlas

Ya Ahbabul Kirom,
Ikhlas merupakan rahasia Allah yg dilimpahkan kpd kekasih-Nya, sehingga tdk ada yg tau kecuali diri-Nya.

IKHLAS adalah bentuk ibadah yang hanya bisa dilakukan oleh hati dan tidak bisa terlihat. Ikhlas adalah perbuatan shaleh yang semata-mata untuk mendapatkan keridhoan Allah dan bukan untuk mendapatkan pujian.

Ya Ahbabul Kirom,
Imam Syafi’i berkata: “Semua manusia mati kecuali mereka yang memiliki pengetahuan. Dan semua orang yang memiliki pengetahuan akan tertidur, kecuali mereka yang melakukan beramal shaleh. Dan mereka yang beramal shaleh akan ditipu, kecuali mereka yang ikhlas. Dan mereka yang ikhlas akan selalu merasa khawatir.”
Pamer (Riya) adalah salah satu tanda utama hilangnya keihkhlasan.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Yang paling kutakutkan untukmu adalah syirik kecil, yaitu ar-riya’. Allah akan mengatakan pada hari penghakiman ketika dia menghadiahi orang-orang untuk tindakan mereka: Pergi ke orang-orang yang kamu lakukan riya ‘untuk di dunia, kemudian lihat apakah kamu menemukan pahala dengan mereka.” (HR Ahmad)

Berikut ini beberapa ciri dari seorang Muslim yang ikhlas dan istikhlas, yaitu :
1.Menyempurnakan ibadahnya meskipun dalam keadaan sendiri.
Orang yang ikhlas beribadah kepada Allah secara pribadi akan sama dengan ibadah yang ia lakukan ketika di depan orang. Bahkan, ia beribadah lebih khusyu ketika sendirian sehingga ia melakukan yang terbaik untuk mendapatkan ridha Allah.

2.Tidak Suka Pujian Atau
Pencitraan.
Karena hubungannya kuat dengan Allah, dia takut dipuji, jangan sampai membuat Allah tidak senang atau jangan sampai dia menjadi sombong.

3.Mendengarkan Nasihat
Orang-orang yang ikhlas tidak pernah mengabaikan nasihat, tidak peduli siapa yang memberikan nasihat. Orang yang ikhlas akan mengambil setiap kesempatan untuk selalu mengoreksi dirinya, sebelum, saat beramal dan sesudah beramal.

4.Tidak berambisi menjadi pemimpin.
Kita akan selalu menemukan orang yang tulus tenang dan pendiam. Dia lebih suka dipilih, daripada dipilih, lebih suka dicalonkan daripada mencalonkan dirinya untuk posisi tertinggi. Karna jabatan adalah amanah yg akan dipertanggung jawabkan kelak di akhirat.

5.Dia Selalu Mengingat Kelemahan-kelemahannya
Orang yang tulus selalu sibuk memikirkan bagaimana memperbaiki diri dan berhenti melakukan dosa. Dia selalu melihat kebaikan dalam diri orang lain dan selalu memberikan nasihat yang baik. Bahkan, dia selalu menganggap orang lain lebih baik daripada dirinya.
“Jika seseorang bijak, perhatiannya atas dosa-dosanya sendiri akan mengalihkan perhatiannya dari melihat kesalahan orang lain” (Imam Syafi’i).

6.Dia Lebih suka Memberikan Amal Secara Rahasia
Dalam sebuah riwayat disebutkan: “Tujuh orang-orang yang akan mendapatkan perlindungan Allah  di hari kiamat ketika tidak akan ada lagi naungan selain naungan-Nya: Seorang penguasa yang adil, seorang pemuda yang rajin beibadah kepada Allah, seseorang yang hatinya melekat pada masjid, dua orang yang mencintai dan saling bertemu dan berangkat satu sama lain demi Allah, seorang pria yang digoda wanita cantik (untuk hubungan terlarang) tetapi dia (menolak tawaran ini dengan mengatakan): “Aku takut kepada Allah,” seseorang yang memberi sedekah dan menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang telah diberikan oleh tangan kanannya, dan seseorang yang beribadah Allah sendirian hingga meneteskan air mata.” (HR Al-Bukhari dan Muslim )

Menghibur Dan Terhibur Dengan Kebohongan, Bolehkah ?



Ya Ahbabal Kirom,
Secara moral kemanusiaan dan etika keagamaan, bohong itu perilaku paling keji, kunci kejahatan, dan dosa besar. Mudah disadari bila Nabi SAW menyebutnya sebagai cara paling terampil menjatuhkan harga diri dan mempermalukan diri sendiri. Itulah mengapa seseorang berbohong, di antaranya, karena kualitas jiwanya yang rendah, “Pembohong tidak berbohong kecuali karena rasa hina diri dalam dirinya” (Kanz Al-Ummāl, hadis no. 8231).
Nabi juga menambahkan, “Dan pangkal mengolok-olok adalah kepercayaan pada pembohong.”

Allah SWT Berfirman,
“Dan jika engkau bertanya kepada mereka (orang munafik), mereka pasti mengatakan, ‘Kami hanya bergurau dan bermain-main.’ Katakanlah,’ Apakah kepada Allah dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kalian mengolok-olok?!’”
(QS. Al-Taubah [9]: 65)

Ayat ini terkait orang-orang munafik. Tetapi boleh jadi, sifat dan perilaku mereka juga ada pada diri orang beriman. Dalam banyak hadis disebutkan bahwa salah satu tanda dan pintu menuju kemunafikan adalah berbohong.

Namun, dalam keadaan tertentu, kita kerap mentolelir cara-cara bohong. Terutama dalam bercanda, menyimak lawakan atau menonton komedi. Seperti dalam ayat di atas, orang munafik membela kemunafikannya dengan alasan bercanda dan main-main. Alasan ini juga bisa dibawakan orang beriman untuk membela kebohongannya dengan alasan bercanda.

Mempermalukan, sudi dipermalukan, senang melihat orang dipermalukan sama-sama terhina. Dalam keadaan canda, komedi dan berakting lucu, kita tidak menganggap penting unsur-unsur kebohongan yang disisipkan oleh kawan canda, pelawak dan comedian. Kita kerap mentolelir diri kita sendiri terhidur karena maksud kita sedari awal “asal senang saja” atau kita percaya bahwa dia tidak bermaksud buruk selain menghibur dan membuat kita tertawa bahagia. Kemungkinan besar akan lebih menyenangkan bila objek lucuan dan sasaran cemooh itu orang yang tidak kita sukai. Dalam ayat di atas, alasan asal senang dan menghibur juga diungkapkan: “Kami hanya bergurau dan bermain-main.”

Ya Ahbabal Kirom,
Apakah tujuan menghibur dan membahagiakan hati orang dapat membenarkan perilaku yang berbumbu bohong dan dusta?
Ada tiga orang yang dijamin Nabi Saw pantas mendapat surga:
1. Orang yang ramah dan berbudi mulia.
2. Orang yang meninggalkan perdebatan, sekalipun dia di pihak yang benar.
3. Orang yang menjaga diri dari berbohong, walaupun sekedar bercanda (Kanz al-Ummāl, hadis no. 8217).

Dalam salah satu doa kecamannya, Nabi SAW bersabda, “Celakalah orang yang berbicara lalu berbohong hanya untuk membuat orang-orang tertawa! Celakalah dia! Celakalah dia!” (Ibid., hadis no. 8215).

Kalau saja humor bercampur bohong itu dikecam, berceramah agama dengan humor bercampur bohong tentu saja lebih terkutuk lagi. Yang semestinya tampil sebagai penerus lidah Nabi, penceramah malah menyampaikan ajaran beliau dengan cara-cara yang merusak ajaran beliau sendiri. Amat disesalkan bila forum agama dijadikan suasana saling fitnah, saling gibah, saling mencela,   lucu-lucuan dan didatangi masyarakat untuk mendapat hiburan dan menghilangkan sumpek, tidak lagi dengan kesadaran mendapat ilmu, kekusyukan, ketundukan hati, dan petunjuk hidup lebih baik.

Bercanda ada etikanya. Selain menghindari cara-cara memperolok orang lain, tidak mempermainkan kehormatan, tidak pula menyinggung harga diri orang lain, melucu dan berkomedi tetap konsisten tidak berkata-kata kotor, tak senonoh, dan kasar, tidak juga coba-coba menjurus penghinaan simbol-simbol sakral, tidak mempermainkan fakta hingga mengada-ada dan berdusta di ruang publik.

Nabi SAW ditanya, “Apakah perbuatan yang paling utama?” Ia bersabda, “Membuat orang beriman bahagia, membuatnya kenyang, menutupi aibnya, dan memenuhi kebutuhannya.” (Al-Albani, Shahīh Al-Targhīb wa al-Tarhīb, jld. 1, hlm. 231).

“Aku bercanda, hanya aku tidak mengatakan kecuali yg haq atau kebenaran.”
Baginda Nabi SAW
Nabi sendiri juga menghibur dan bercanda saat menjumpai sahabat dalam keadaan murung dan sumpek (Nuri, Mustadrak al-Wasā’il, jld. 1, hlm. 408). Beliau bersabda, “Aku bercanda, hanya aku tidak mengatakan kecuali kebenaran” (Al-Tabarsi, Makārim al-Akhlāq, hlm. 21
Wallahu'alam

Minggu, 07 Oktober 2018

Hikmah Dibalik Bencana




السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
فَقَالَ تَعَالىَ : أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ ٢ وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ
Hadirin Jamaah Jum’at rahimakumullah.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan beribu-ribu kenikmatan, terutam nikmat yang paling utama yaitu iman dan Islam, nikmat panjang umur, sehat wal’afiat, sehingga kita bisa berkumpul sebagaimana mestinya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW. kepada keluarganya, para sahabatnya, sampai kepada pengikut-pengikutnya nanti.

Hadirin kaum muslimin rahimakumullah

Kita sudah mengetahui bahwa setiap jatuh bulan Januari, Februari, bahkan sampai Maret biasanya negeri kita ini selalu dilanda musim hujan. Tentu saja kalau musim hujan turun, maka banyak daerah-daerah yang terkena banjir, longsor. Akibatnya akan timbullah berbagai gejala penyakit, akibat dampak dari terjadinya banjir, seperti penyakit demam berdarah, gatal-gatal, diare dan lain-lain sebagainya.
Kalau kita melihat fenomena-fenomena alam yang terjadi saat ini, terasa sangat extrim. Tentu kalau kita introspeksi diri, kenapa kejadian-kejadian alam yang saat ini sangat extrim sering terjadi di negeri ini, tentn semua ini ada sebab akibatnya. Dulu kita sering melihat banjir hanya di kota-kota besar saja, tetapi sekarang dimana-mana kita sering melihat, bahkan hampir semua daerah yang ada di Indonesia dilanda banjir dan tanah longsor. Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan kesabaran kepada saudara-saudara kita yang pada saat ini tengah tertimpa musibah. Mudah-mudahan mereka diberi kekuatan mental, dan fisik dalam menghadapinya. Semoga mereka diberi kekuatan keimanan dan tawakal kepada-Nya. Sebab tak sedikit orang yang merasa putus asa, frustasi, tatkala musibah/bencana alam menimpa. Tidak  sedikit pula orang yang tiba-tiba menjadi kufur tatkala bencana/musibah mendera mereka. Kesabaran, ketawakalan, dan keyakinan kapada ketentuan Allah SWT. menjadi sirna dari dirinya.

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rohimakumullah

Orang yang arif adalah orang yang menyakinkan bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Apapun yang Ia turunkan, termasuk musibah/bencana alam didalamnya, sudah barang tentu mengandung hikmah dan tujuan yang baik bagi kehidupan hamba-Nya. Tak satupun yang Ia turunkan akan merugikan bagi hamba-hamba-Nya. Semua mengandung hikmah bagi kehidupan hamba-hamba-Ny. Terlebih-lebih bagi seorang mukmin yang taat.
Bahkan Nabi SAW. bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya sebagai berikut:”sangat mengagumkan keadaan seorang mukmin, sebab segala keadaan baginya menjadi kebaikan, dan tidak akan terjadi hal seperti itu, kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat kenikmatan ia bersyukur, bersyukur itu lebih baik baginya. Apabila ia ditimpa musibah, ia bersabar, maka kesabaran itu lebih baik baginya” 
Kaum Muslimin Rohimakumullah!! Bagi seorang mukmin, musibah atau bencana alam merupakan ujian yang menjadi batu loncatan             bagi peningkatan kualitas keimanannya kepada Allah. Semakin arif dan sabar dalam menghadapinya semakin tinggilah kualitas keimanannya dan semakin dekat dirinya kepada Allah. Tidaklah mengherankan jika segala jeritannya senantiasa didengar Allah. Semakin tinggi keimanan seseorang, akan semakin tinggi pula ujian yang akan Allah berikan kepadanya. Bahkan Allah menjelaskan dalam Surat: Al-Ankabuut (29) ayat: 2-3 sebagai berikut:
 أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ ٢ وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ ٣

“apakah manusia itu mengira bahwa mereka itu akan dibiarkan begitu saja mengatakan,“kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi?”dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta

Berkenaan dengan sering terjadinya bencana alam/musibah akhir-akhir ini, alangkah baik kita menyimak kata-kat yang penuh makna yang diungkapkan oloh seorang ulama Sufi yang bernama Syeikh Ibnu Athoillah: ”Allah telah mengetahui bahwa engkau tidak dapat menerima nasihat yang hanya berupa dkata-kata, karena itulah Allah merasakan kepadamu rasa pahitnya (berupa musibah) untuk memudahkanmu cara meninggalkannya”.
Sementara itu Imam Al-Junaidi mengatakan: “musibah merupakan lampu penerang bagi orang yang arif, sebuah keterjagaan bagi para pemula dan sebuah pembinasaan bagi orang yang lalai”.
            Apapun bentuk musibah/bencana alam yang menimpa sesorang atau negeri kita saat ini adalah merupakn nasehat dan peringtan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Bila ia seorang yang taat, musibah/bencana merupakan nasehat dari Allah agar semakin meningkatnya muraqqobah kepada-Nya, kesabaran, ketawakalan dan keimanan. Bila ia seorang ahli maksiat, musibah yang menimpanya merupakan peringatan untuk segera kembali ke jalan yang lurus yang telah digariskan-Nya.

Hadirin Kaum muslimin Rohimakumullah

            Mari kita pikirkan bersama-sama, adanya musibah atau bencana…...salah siapakah ini? Saat ini bencana melanda dimana-mana, banjir tanah longsor, hingga ratusan nyawa menjadi korban, harta benda musnah. Siapakah yang patut dituding atas terjadinya semua ini? Mari kita pikirkan, mari kita cegah, mari kita mewaspadai atas sering terjadinya musibah/bencana alam akhir-akhir ini. Bumi yang semakin panas dampak dari manusia sendiri yang kurang sadar terhadap alam. Lihat saja pembabatan hutan dimana-mana, dan menjadikannya kebun tempat tumbuhnya pabrik-pabrik dan gedung-gedung megah. Pemakaian AC atau pendingin ruangan yang semakin meluas, dan sektor lain yang membutuhkan begitu besar energi. Dan akhirnya menghasilkan energi panas, yang makin hari makin membakar planet tempat dimana kita berpijak. Ambil contoh banjir tiap tahun semakin parah, dan mayoritas orang akan berkata: ini bencana alam cobaan dari Allah, dan sedikit yang menyadari bahwa ini semua hasil ulah dari kita sendiri, dan kita juga korbannya.
            Hujan yang semakin besar curahnya, adalah efek dari penguapan air laut. Ingat kembali pelajaran IPA, hujan terjadi karena penguapan air laut oleh matahari, dan arena bumi semakin panas, es di 2 (dua) kutub bumipun meleleh, dan menambah volume air laut. Oleh Karena bumi yang panas pula lapisan atmosfir menipis, hingga panas matahari yang terpantul ke bumi berganda suhunya. Semakin kuat  menguapkan air laut dan mencurahkannya ke bumi sebagai hujan. Sadarkah kita bagaimana semrawutnya cuaca dibumi, musim kemarau dan hujan yang datang tak tentu waktu. Itupun pertanda udara tak mampu lagi menahan uapan air laut, dan mencurahkannya sewaktu-waktu tanpa peduli musim. Dan akhirnya curah hujan yang berganda, banjir tak dapat dielakkan. Tanah longsor akibat hujan yang besar dan rentannya tanah karena hilang penyanggahnya yaitu akar-akar pohon, yang habis ditebang secara illegal oleh sekelompok manusia yang tidak bertanggungjawab. Mari kita cegah bencana alam/musibah ini dengan cara kita harus sadar dan peduli terhadap lingkungan semesta alam diiringi dengan keimanan & ketakwaan kepada Allah SWT.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَاأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.


Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}
ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.