Laman

Selasa, 03 Mei 2011

Jika Aku Jatuh Cinta


Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Jika Aku Jatuh CIntaYa Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Jika Aku Jatuh CIntaYa Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Jika Aku Jatuh CIntaYa Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Jika Aku Jatuh Cinta


Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Jika Aku Jatuh CIntaYa Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Jika Aku Jatuh CIntaYa Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Jika Aku Jatuh CIntaYa Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Selembar Bulu Mata




sumber
:
Arroisi, Abdurrahman K.H.

Konon di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang di adili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia bersikeras membantah. "Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu."
"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yg kau maksudkan? Di sini tdk ada siapa kecuali aku dan
suaramu."
"Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat.
Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yg memandangi." Disusul oleh
telinga, "Saya yg mendengarkan."
Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium." Bibir mengaku,
"Saya yang merayu."
Lidah menambah, "Saya yang mengisap." Tangan meneruskan, "Saya
yang meraba dan meremas."
Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika ketahuan." "Nah kalau
kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian
tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat. Orang tersebut tidak
dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa
dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dijebloskan ke dalam
jahanam.
Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu.
Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong
terdengar
suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya:
"Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi."
"Silakan", kata malaikat.
"Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengh malam yg
lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang
menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah
berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertobat,
walaupun selembar bulu matanya saja yg terbasahi air matanya,
namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka
saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia
telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata
penyesalan."
Konon, dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut
di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke surga. Sampai terdengar
suara bergaung kepada para penghuni surga: "Lihatlah, Hamba Tuhan
ini masuk surga karena pertolongan selembar bulu mata."

MENGATASI CEMAS MENJELANG SPMB




            Kegagalan menembus SPMB merupakan peristiwa yang tidak diharapkan, banyak peserta yang diliputi tanda tanya besar. Wajar, sebab tidak sedikit mereka gagal menembus SPMB meskipun memiliki prestasi yang bagus di sekolah. Persoalannya, bagaimana mengantisipasi rasa cemas hari “H” SPMB ?

1.    DUA HARI SEBELUM SPMB
Ini terakhir belajar target, manfaatkan waktu dengan mengerjakan latihan-latihan soal SPMB tahun sebelumnya dengan tata cara yang mirip dengan SPMB yang sesungguhnya, bila perlu Anda mengikuti Try Out yang diadakan oleh bimbel.
2.    SEHARI SEBELUM UJIAN
Sekarang bukan saatnya belajar target. Hari ini sesudah menikmati sarapan pagi, udara pagi  yang bersih dan berjalan-jalan merasakan keindahan alam semesta, Anda bisa melihat ruang ujian yang akan dipakai untuk SPMB besok. Ini berguna agar gambaran suasana ruang ujian tercipta dan waktu tempuh antara rumah dan tempat ujian dapat diperkirakan sehingga tidak terlambat sampai di tempat ujian.
3.    MALAM MENJELANG UJIAN
Malam menjelang ujian belajarlah sekilas, sambil lalu saja tanpa memaksakan untuk menguasai materi semalam suntuk. Bila perlu cukup membuka-buka rumus atau catatan-catatan kecil yaqng memang merupakan konsep dasar dari bab-bab besar.
4.    DALAM PERJALANAN KE TEMPAT UJIAN
Saat-saat mendebarkan dan membuat keringat bercucuran adalah saat berangkat ke tempat SPMB tepat hari “H”.
Untuk meredam cemas, cobalah bergegas mandi lebih pagi dari biasanya. Berangkatlah agak awal, agar bisa menikmati perjalanan tanpa tersengal-sengal. Nikmati perjalanan ke tempat SPMB, tanpa dikejar-kejar ketakutan terlambat.
5.    SEBELUM MEMASUKI RUANG UJIAN
Begitu tiba di tempat ujian, pikiran kadang bertindak nakal, resah memikirkan ada apa dibalik pintu ruang ujian yang masih tertutup. Tapi Anda rasanya tak perlu mengalami kecemasan sedemikian rupa, jika Anda mau berpikir positif, misalnya menikmati bunga-bungaan dan kupu-kupu yang ada di halaman tempat ujian atau berkenalan dengan teman baru seruangan yang akan ujian SPMB.
6.MENUNGGU PEMBAGIAN KERTAS UJIAN
Menunggu memang sering membuat hati berdebar-debar. Apalagi menunggu sesuatu yang sangat didambakan dan sekarang sudah tampak di depan mata.
Agar Anda tidak sampai gemetaran, jangan memikirkan kertas ujian itu saat menunggu petugas membagikan. Lebih baik menyiapkan alat-alat yang diperlukan, misalnya pensil dan cadangannya, penghapus, peraut, ballpoint, dan kartu ujian.
7. KERTAS UJIAN SAMPAI DI BANGKU DEPAN
Ketika petugas meletakkan kertas ujian di bangku depan, tepat di depan Anda jantung rasanya berdebar jauh lebih cepat. Kecemasan meningkat, apalagi kalau sekilas tampak beberapa kalimat dari lembar soal.
Insya Allah hal ini tidak akan terjadi bila Anda menikmati suasana kelas, misalnya memperhatikan teman-teman peserta ujian, gambar-gambar di ruang ujian yang kadang-kadang sangat menggelikan. Berdo’a juga tidak salah.
8. SAAT MENJAWAB SOAL-SOAL SPMB
Kecemasan tertinggi pada hari “H” SPMB adalah saat-saat menjawab soal SPMB. Rumus sudah ditangan, hitungan sudah selesai dikerjakan, tapi rasanya masih ada yang kurang. Apa benar tidak akan ada yang salah?
Untuk meredamnya, kerjakan dulu soal-soal yang paling anda sukai dan mudah dihadapi. Bila ada soal yang terlalu sulit, jangan memaksakan diri untuk langsung menyelesaikannya, berpindah ke soal-soal yang lebih mudah.
Jangan memberikan jawaban asal-asalan jika tetap tidak bisa mengerjakan lebih baik membiarkan kosong daripada memberikan jawaban-jawaban tebak-tebakan yang bisa membuat anda terjebak sekaligus terdepak.

AL QUR’AN DAN KESEHATAN


Oleh : Saeful Malik, S.Ag, MBA*

Al-Qur’an adalah Kalâmullâh yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. yang membacanya adalah salah satu bentuk ibadah. Di dalamnya tidak hanya mengandung hal yang bersifat ukhrowi tetapi juga memuat hal yang bersifat duniawi. Al-Qur’an berbicara tentang unsur ketuhanan sampai kemanusiaan, tentang kehidupan sampai kematian, dari keimanan sampai kepada ilmu pengetahuan, tidak ketinggalan juga Al-Qur’an berbicara mengenai kesehatan dan pengobatan.
Banyak ayat Al Qur’an yang mengisyaratkan tentang kesehatan dan pengobatan karena Al Qur’an itu sendiri diturunkan sebagai penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang mukmin. Diantaranya ; “Dan kami menurunkan Al Qur’an sebagai penawar dan Rahmat untuk orang-orang yang mu’min.” (QS. Al Isra, 17: 82)
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar Ra’d, 13: 28)
Menurut para ahli tafsir bahwa nama lain dari Al Qur’an yaitu “Asysyifâ” yang artinya secara Terminologi adalah Obat Penyembuh, yang diambil dari beberapa ayat dalam Al Qur’an. “Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus, 10: 57)
Berdasarkan ayat-ayat tadi, dapat dipastikan bahwa orang yang membaca, mendengar dan mempelajari Al Qur’an secara dawam (kontinyu dan teratur) akan merasakan ketenangan jiwa, sehat baik jasmani maupun rohani. Penulis mencoba memaparkan bukti-bukti penelitian ilmiah yang pernah dilakukan yang membuktikan kebenaran ayat-ayat di atas.
DR. Ahmad Al-Qodi', direktur utama Islamic Medicine For Education And Research yang berpusat di amerika sekaligus konsultasi ahli sebuah klinik di Panama City, Florida Amerika Serikat telah melakukan penelitian tentang pengaruh Al Qur’an pada manusia dalam perspektif fisiologis dan psikologis yang terbagi dalam 2 tahapan. Tahap pertama bertujuan untuk menentukan kemungkinan adanya pengaruh Al Qur’an pada fungsi organ tubuh sekaligus mengukur intensitas pengaruhnya jika ada. Hasil eksperimen pertama ini membuktikan bahwa 97% responden, baik muslim maupun non-muslim, baik yang mengerti bahasa Arab maupun tidak, setelah diperdengarkan Al Qur’an mengalami beberapa perubahan fisiologis yang menunjukkan tingkat ketegangan urat syaraf reflektif. Hasilnya membuktikan bahwa Al Qur’an memiliki pengaruh yang mampu merelaksasi ketegangan urat syaraf tersebut. Fakta ini secara tepat terekam dalam sistem detektor elektronik yang didukung komputer guna mengukur perubahan apapun dalam fisiologi(organ) tubuh.
Sementara itu, eksperimen yang kedua diarahkan guna mengetahui apakah efek relaksasi yang di timbulkan Al Qur’an pada ketegangan syaraf beserta perubahan-perubahan fisiologis yang mengiringinya benar-benar disebabkan oleh kalimat-kalimat Al Qur’an sendiri secara definitif, tanpa memandang apakah kalimat-kalimat itu dapat dipahami oleh pendengaran atau tidak.  Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al Qur’an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al Qur’an.  (Ahsin W. Al Hafidz, Fiqh Kesehatan, 2008)
Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat  penelitian lain yang dilakukan oleh dokter Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.
Dan hebatnya lagi, ternyata Al Qur’an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Alquran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Oleh karena itu bisa diambil hipotesa bahwa efek relaksasi Al Qur’an bagi orang yang stres dan depresi  dapat berpotensi mengaktifkan fungsi daya tahan tubuh yang berperan besar dalam melawan penyakit atau membantu proses penyembuhan.  Hal itu, dapat  terjadi pada penyakit-penyakit gangguan pencernaan, infeksi, kanker dan lain sebagainya. Hal demikian menunjukkan bahwa kalimat-kalimat Al Qur’an sendiri memiliki pengaruh fisiologis yang bisa meredakan ketegangan otot pada tubuh,  tanpa harus mengetahui makna kata-kata itu sendiri.

Uraian di atas, hanyalah sebagian kecil dari “mukjizat Al Qur’an” yang berhubungan dengan kesehatan, jika kita mencari lebih jauh  masih banyak lagi bukti-bukti yang memaparkan kebenaran Al Qur’an yang berhubungan dengan kesehatan. Rasulullah SAW. Bersabda,  “Hendaklah kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan Al Qur’an” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud). Oleh karena itu, marilah kita jadikan diri kita sebagai sahabat Al Qur’an, yang senantiasa mendawamkan membaca, mendengar dan mempelajari Al Qur’an. Karena jika kita mampu demikian Al Qur’an pun akan menjadi pengobat dan penolong di yaumil akhir nanti,  Rasul bersabda, “Bacalah  Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada pembacanya.” (HR Muslim). Subhanallah, Maha benar  Allah dengan segala firman-Nya